Oleh: purbodjati | November 22, 2012

Contoh perumusan instrumen penelitian

Mbak wulan tolong pelajari procedure penyusunan angket sampai dengan diperolehnya hasil penelitian ini, kemudian sesuaikan untuk Pencak Silat.

Rumusan masalah penelitiannya:

Bagaimanakah pelaksanaan fungsi manajemen organisasi olahraga renang pada perkumpulan renang Sidoarjo Aquatic Club tahun 2011?

 

 

 

PROSEDUR PERUMUSAN INSTRUMEN PENELITIAN

 

No Komponen Sumber Teori Deduksi Dari Sumber Teori Indikator Daftar Pertanyaan
1 Perencanaan (Planning)
  1. Menurut Wijayanti (2008:9), pemilihan atau penetapan tujuan organisasi penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, sistem, metoda, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
  2. Menurut Lutan (2000:3), perencanaan adalah penentuan lebih dulu tujuan yang ingin dicapai dan alat-alat yang digunakan untuk mencapai tujuan itu. Perencanaan itu mencakup apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukan, dan siapa yang akan melakukannya.
1)   Oleh sebab itu beberapa hal yang harus dilakukan dalam sebuah proses perencanaan yaitu penetapan tujuan organisasi beserta cara-cara untuk pencapaian tujuan yang ingin dicapai. Serta menentukan proyek, program, prosedur, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. a)    Penetapan tujuan organisasi.
  1. Seperti apa proses penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011?
  2. Dimana penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  3. Kapan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?
  5. Bagaimana cara merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?
b)   Penentuan proyek
  1. Apa sajakah proyek SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?
  3. Kapan penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan ?
  4. Siapa yang merumuskan penentuan proyek SAC tahun 2011 ?
  5. Bagaimana cara penentuan proyek SAC tahun 2011 ?
c)    Penentuan program
  1. Apa sajakah program SAC tahun 2011 ?
  2. Dimana penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?
  3. Kapan penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan ?
  4. Siapa yang menentukan penentuan program SAC tahun 2011 ?
  5. Bagaimana cara penentuan program SAC tahun 2011 ?
d)   Penentuan prosedur
  1. Prosedur kerja apa yang digunakan SAC di tahun 2011 untuk melaksanakan program kerja ?
  2. Pada program kerja apa prosedur tadi ditetapkan ?
  3. Kapan penentuan prosedur SAC tahun 2011 ditentukan ?
  4. Siapa yang menentukan penentuan prosedur SAC tahun 2011 ?
  5. Bagaimana cara menentukan penentuan prosedur SAC 2011 ?
e)    Penentuan sistem
  1. Sistem kerja apa yang ditentukan SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana penentuan Sistem kerja SAC 2011 dirumuskan ?
  3. Kapan penentuan sistem kerja  SAC 2011 dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan penentuan sistem kerja SAC tahun 2011 ?
  5. Bagaimana cara menentukan penentuan sistem kerja SAC 2011 ?
f)    Penentuan anggaran
  1. Berapa penentuan anggaran SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana penentuan anggaran SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  3. Kapan penentuan anggaran SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan penentuan anggaran SAC 2011 ?
  5. Bagaimana cara menentukan penentuan anggaran SAC 2011 ?
g)   Penentuan standar untuk mencapai tujuan
  1. Apa standar yang digunakan SAC  untuk mencapai tujuan di tahun 2011 ?
  2. Dimana penentuan standar SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  3. Kapan penentuan standar SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan penentuan standar SAC tahun 2011 ?
  5. Bagaimana cara menentukan penentuan standar SAC tahun 2011 ?
No Komponen Sumber Teori Deduksi Dari Sumber Teori Indikator Daftar Pertanyaan
2 Pengorganisasian (Organizing)
  1. Menurut Wijayanti (2008:10), penentuan sumberdaya-sumberdaya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, perancangan, dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja, penugasan tanggung jawab tertentu, pendelegasian wewenang.
  2. Menurut Manullang (2009:10), organisasi atau pengorganisasian dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas menejemen dalam mengelompokkan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas-aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.
1)   Jadi pengorganisasian meliputi keeseluruhan aktivitas manajemen dalam mengelompokkan orang-orang serta perancangan , pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja, penetapan tugas, fungsi, pendelegasian wewenang, serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas-aktivitas yang berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu. a)    Mengelompokkan orang-orang
  1. Apa bentuk tim kerja SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana tim kerja SAC dirumuskan ?
  3. Kapan tim kerja SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan tim kerja SAC ?
  5. Bagaimana cara SAC mengelompokkan orang-orang untuk membentuk tim kerja ?
b)   Perancangan organisasi atau kelompok kerja
  1. Seperti apa perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  3. Kapan perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
c)    Pengembangan organisasi atau kelompok kerja
  1. Apa pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  3. Kapan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
d)   Penetapan tugas
  1. Berupa apa penetapan tugas SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana penetapan tugas SAC dirumuskan ?
  3. Kapan penetapan tugas SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan penetapan tugas SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan penetapan tugas SAC ?
e)    Penetapan fungsi
  1. Fungsi organisasi SAC di tahun 2011 ditetapkan sebagai apa?
  2. Dimana penetapan fungsi SAC dirumuskan ?
  3. Kapan penetapan fungsi SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan penetapan fungsi SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan penetapan fungsi SAC ?
f)    Pendelegasian wewenang
  1. Pendelegasian wewenang SAC di tahun 2011 berupa apa ?
  2. Dimana pendelegasian wewenang SAC dirumuskan ?
  3. Kapan pendelegasian wewenang SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan pendelegasian wewenang SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan pendelegasian wewenang SAC ?
g)   Pendelegasian tanggung jawab
  1. Pendelegasian tanggung jawab SAC di tahun 2011 seperti apa ?
  2. Dimana pendelegasian tanggung jawab SAC dirumuskan ?
  3. Kapan pendelegasian tanggung jawab SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan pendelegasian tanggung jawab SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan pendelegasian tanggung jawab SAC ?
No Komponen Sumber Teori Deduksi Dari Sumber Teori Indikator Daftar Pertanyaan
3 Penggerakan (Actuating)
  1. “Penggerakan (actuating) adalah menggerakkan orang-orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien” (Djati Julitriarsa dan John Suprihanto, 1988:65).
  2. Menurut Allen dalam Manullang (2009:11), Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak. Pekerjaan leading, meliputi mengambil keputusan, mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan, memberi semangat; inspirasi; dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak, memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  3. Menurut Manullang (2009:10), Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
a)    Menggerakkan orang untuk tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien
  1. Dalam menggerakkan orang untuk tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien dengan cara apa ?
  2. Dimana pendelegasian tanggung jawab SAC dirumuskan ?
  3. Kapan pendelegasian tanggung jawab SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan pendelegasian tanggung jawab SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan pendelegasian tanggung jawab SAC ?
b)   Pengambilan keputusan
  1. Apa yang digunakan SAC dalam pengambilan keputusan di tahun 2011 ?
  2. Dimana pengambilan keputusan SAC dirumuskan ?
  3. Kapan pengambilan keputusan SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan pengambilan keputusan SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan pengambilan keputusan SAC ?
c)    Komunikasi manajer dengan bawahan
  1. Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?
  2. Dimana komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?
  3. Kapan komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan komunikasi manajer dengan bawahan SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan komunikasi manajer dengan bawahan SAC ?
d)   Memberi semangat
  1. Dalam memberi motivasi kerja di tahun 2011dilakukan dengan cara apa ?
  2. Dimana SAC memberi semangat ?
  3. Kapan SAC memberi semangat ?
  4. Siapa yang memberi semangat ?
  5. Bagaimana cara SAC memberi semangat kepada bawahan ?
e)    Memberi inspirasi
  1. Dengan cara apa SAC memberi inspirasi kepada sumber daya manusia dalam melakukan kegiatan ?
  2. Dimana SAC memberi inspirasi kepada bawahan?
  3. Kapan SAC memberi inspirasi kepada bawahan?
  4. Siapa yang memberi inspirasi kepada bawahan?
  5. Bagaimana cara SAC memberi inspirasi kepada bawahan ?
f)    Memperbaiki pengetahuan bawahan
  1. Apa SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  2. Dimana SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  3. Kapan SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  4. Siapa yang memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  5. Bagaimana cara SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
g)   Memperbaiki sikap bawahan
  1. Apa SAC memperbaiki sikap bawahan ?
  2. Dimana SAC memperbaiki sikap bawahan ?
  3. Kapan SAC memperbaiki sikap bawahan ?
  4. Siapa yang memperbaiki sikap bawahan ?
  5. Bagaimana cara SAC memperbaiki sikap bawahan ?
h)   Merekrut tenaga kerja
  1. Apa SAC merekrut tenaga kerja ?
  2. Dimana SAC merekrut tenaga kerja?
  3. Kapan SAC merekrut tenaga kerja ?
  4. Siapa yang merekrut tenaga kerja ?
  5. Bagaimana cara SAC merekrut tenaga kerja ?
i)     Pengembangan tenaga kerja
  1. Apa SAC mengembangkan tenaga kerja ?
  2. Dimana SAC mengembangkan tenaga kerja?
  3. Kapan SAC mengembangkan tenaga kerja ?
  4. Siapa yang mengembangkan tenaga kerja SAC ?
  5. Bagaimana cara SAC mengembangkan tenaga kerja ?
j)     Usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal
  1. Apa usaha SAC agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal ?
  2. Dimana usaha SAC agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal?
  3. Kapan usaha SAC agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal ?
  4. Siapa yang melakukan usaha tersebut ?
  5. Bagaimana cara SAC setiap tenaga memberi daya guna maksimal ?
No Komponen Sumber Teori Deduksi Dari Sumber Teori Indikator Daftar Pertanyaan
4 Pengawasan (controlling)
  1. Diperlukan pula pengawasan di setiap proses pekerjaan agar dapat optimal daya guna pekerja. “Penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan (Wijayanti, 2008:10).
  2. Menurut Manullang (2009:12), Salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan semula. Dalam melaksanakan kegiatan controlling, atasan mengadakan pemeriksaan, mencocokkan, serta mengusahakan agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tujuan yang ingin dicapai.
1)   Penerapan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan, atasan mengadakan pemeriksaan, mencocokkan, mengarahkan kegiatan. a)    Penerapan dalam kegiatan
  1. Seperti apa penerapan dalam kegiatan SAC dilakukan?
  2. Dimana a penerapan dalam kegiatan SAC dilakukan ?
  3. Kapan penerapan dalam kegiatan SAC dilakukan ?
  4. Siapa yang melaksanakan penerapan dalam kegiatan SAC?
  5. Bagaimana cara penerapan dalam kegiatan SAC ?
b)   Atasan mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan
  1. Apa atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?
  2. Dimana atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?
  3. Kapan atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?
  4. Siapa atasan SAC yang mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan?
  5. Bagaimana cara atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?
c)    Atasan mengadakan pencocokan dalam kegiatan
  1. Apa atasan SAC mengadakan pencocokan dalam kegiatan dengan apa yang telah ditetapkan?
  2. Dimana atasan SAC mengadakan pencocokan dalam kegiatan ?
  3. Kapan atasan SAC mengadakan pencocokan dalam kegiatan ?
  4. Siapa atasan SAC yang mengadakan pencocokan dalam kegiatan?
  5. Bagaimana cara atasan SAC mengadakan pencocokan dalam kegiatan ?
d)   Atasan mengarahkan kegiatan
  1. Apa atasan SAC mengarahkan kegiatan ?
  2. Dimana atasan SAC mengarahkan kegiatan?
  3. Kapan atasan SAC mengarahkan kegiatan ?
  4. Siapa atasan SAC yang mengarahkan kegiatan ?
  5. Bagaimana cara atasan SAC mengarahkan kegiatan ?

UJI COBA INSTRUMEN

  1. Instrumen yang dipakai berupa wawancara.
  2. Ada 2 bentuk tes yang disarankan oleh Suharsini Arikunto 1997 halaman 226-227 yaitu:

a)    Tes buatan guru

b)   Tes terstandart (standardized test)

Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan untuk tes adalah berjenis tes buatan peneliti. Sama seperti tes buatan guru yang disusun oleh guru dengan prosedur tertentu, tetapi belum mengalami uji coba berkali-kali sehingga tidak diketahui ciri-ciri dan kebaikannya (Suharsini Arikunto, 1997 : 227).

Dari tes tersebut yang dilaksanakan memiliki kelemahan yaitu tidak diketahui ciri-ciri dan kebaikannya tidak seperti tes terstandart yang biasanya sudah tersedia di lembaga testing yang sudah terjamin keampuhannya.

  1. Instrumen yang dirumuskan dan ditawarkan kepada responden pertanyaannya berjumlah 140.
  2. Setelah ditawarkan, instrumen yang dipilih oleh responden sebanyak 48 pertanyaan dengan rincian sebagai berikut:
Komponen Instrumen Yang Diajukan Instrumen Yang Dipilih
Perencanaan (Planning)
  1. Seperti apa proses penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011?
  2. Dimana penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  3. Kapan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?
  5. Bagaimana cara merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?
  6. Apa sajakah proyek SAC di tahun 2011 ?
  7. Dimana penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?
  8. Kapan penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan ?
  9. Siapa yang merumuskan penentuan proyek SAC tahun 2011 ?
  10. Bagaimana cara penentuan proyek SAC tahun 2011 ?
  11. Apa sajakah program SAC tahun 2011 ?
  12. Dimana penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?
  13. Kapan penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan ?
  14. Siapa yang menentukan penentuan program SAC tahun 2011 ?
  15. Bagaimana cara penentuan program SAC tahun 2011 ?
  16. Prosedur kerja apa yang digunakan SAC di tahun 2011 untuk melaksanakan program kerja ?
  17. Pada program kerja apa prosedur tadi ditetapkan ?
  18. Kapan penentuan prosedur SAC tahun 2011 ditentukan ?
  19. Siapa yang menentukan penentuan prosedur SAC tahun 2011 ?
  20. Bagaimana cara menentukan penentuan prosedur SAC 2011 ?
  21. Sistem kerja apa yang ditentukan SAC di tahun 2011 ?
  22. Dimana penentuan Sistem kerja SAC 2011 dirumuskan ?
  23. Kapan penentuan sistem kerja  SAC 2011 dirumuskan ?
  24. Siapa yang merumuskan penentuan sistem kerja SAC tahun 2011 ?
  25. Bagaimana cara menentukan penentuan sistem kerja SAC 2011 ?
  26. Berapa penentuan anggaran SAC di tahun 2011 ?
  27. Dimana penentuan anggaran SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  28. Kapan penentuan anggaran SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  29. Siapa yang merumuskan penentuan anggaran SAC 2011 ?
  30. Bagaimana cara menentukan penentuan anggaran SAC 2011 ?
  31. Apa standar yang digunakan SAC  untuk mencapai tujuan di tahun 2011 ?
  32. Dimana penentuan standar SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  33. Kapan penentuan standar SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  34. Siapa yang merumuskan penentuan standar SAC tahun 2011 ?
  35. Bagaimana cara menentukan penentuan standar SAC tahun 2011 ?

 

  1. Seperti apa proses penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011?
  2. Dimana penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  3. Kapan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?
  5. Bagaimana cara merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?
  6. Apa sajakah proyek SAC di tahun 2011 ?
  7. Dimana penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?
  8. Kapan penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan ?
  9. Siapa yang merumuskan penentuan proyek SAC tahun 2011 ?
  10. Bagaimana cara penentuan proyek SAC tahun 2011 ?
  11. Apa sajakah program SAC tahun 2011 ?
  12. Dimana penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?
  13. Kapan penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan ?
  14. Siapa yang menentukan penentuan program SAC tahun 2011 ?
  15. Bagaimana cara penentuan program SAC tahun 2011 ?
  16. Berapa penentuan anggaran SAC di tahun 2011 ?

 

Pengorganisasian (Organizing)
  1. Apa bentuk tim kerja SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana tim kerja SAC dirumuskan ?
  3. Kapan tim kerja SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan tim kerja SAC ?
  5. Bagaimana cara SAC mengelompokkan orang-orang untuk membentuk tim kerja ?
  6. Seperti apa perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC di tahun 2011 ?
  7. Dimana perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  8. Kapan perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  9. Siapa yang merumuskan perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  10. Bagaimana cara menentukan perancangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  11. Apa pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC di tahun 2011 ?
  12. Dimana pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  13. Kapan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  14. Siapa yang merumuskan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  15. Bagaimana cara menentukan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  16. Berupa apa penetapan tugas SAC di tahun 2011 ?
  17. Dimana penetapan tugas SAC dirumuskan ?
  18. Kapan penetapan tugas SAC dirumuskan ?
  19. Siapa yang merumuskan penetapan tugas SAC ?
  20. Bagaimana cara menentukan penetapan tugas SAC ?
  21. Fungsi organisasi SAC di tahun 2011 ditetapkan sebagai apa?
  22. Dimana penetapan fungsi SAC dirumuskan ?
  23. Kapan penetapan fungsi SAC dirumuskan ?
  24. Siapa yang merumuskan penetapan fungsi SAC ?
  25. Bagaimana cara menentukan penetapan fungsi SAC ?
  26. Pendelegasian wewenang SAC di tahun 2011 berupa apa ?
  27. Dimana pendelegasian wewenang SAC dirumuskan ?
  28. Kapan pendelegasian wewenang SAC dirumuskan ?
  29. Siapa yang merumuskan pendelegasian wewenang SAC ?
  30. Bagaimana cara menentukan pendelegasian wewenang SAC ?
  31. Pendelegasian tanggung jawab SAC di tahun 2011 seperti apa ?
  32. Dimana pendelegasian tanggung jawab SAC dirumuskan ?
  33. Kapan pendelegasian tanggung jawab SAC dirumuskan ?
  34. Siapa yang merumuskan pendelegasian tanggung jawab SAC ?
  35. Bagaimana cara menentukan pendelegasian tanggung jawab SAC ?

 

  1. Apa pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  3. Siapa yang merumuskan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  4. Bagaimana cara menentukan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  5. Berupa apa penetapan tugas SAC di tahun 2011 ?
  6. Dimana penetapan tugas SAC dirumuskan ?
  7. Kapan penetapan tugas SAC dirumuskan ?
  8. Siapa yang merumuskan penetapan tugas SAC ?
  9. Bagaimana cara menentukan penetapan tugas SAC ?
  10. Fungsi organisasi SAC di tahun 2011 ditetapkan sebagai apa?
  11. Siapa yang merumuskan penetapan fungsi SAC ?
  12. Bagaimana cara menentukan penetapan fungsi SAC ?
  13. Pendelegasian wewenang SAC di tahun 2011 berupa apa ?
  14. Kapan pendelegasian wewenang SAC dirumuskan ?
  15. Siapa yang merumuskan pendelegasian wewenang SAC ?
  16. Bagaimana cara menentukan pendelegasian wewenang SAC ?
  17. Siapa yang merumuskan pendelegasian tanggung jawab SAC ?
  18. Bagaimana cara menentukan pendelegasian tanggung jawab SAC ?
Penggerakan (Actuating)
  1. Dalam menggerakkan orang untuk tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien dengan cara apa ?
  2. Dimana pendelegasian tanggung jawab SAC dirumuskan ?
  3. Kapan pendelegasian tanggung jawab SAC dirumuskan ?
  4. Siapa yang merumuskan pendelegasian tanggung jawab SAC ?
  5. Bagaimana cara menentukan pendelegasian tanggung jawab SAC ?
  6. Apa yang digunakan SAC dalam pengambilan keputusan di tahun 2011 ?
  7. Dimana pengambilan keputusan SAC dirumuskan ?
  8. Kapan pengambilan keputusan SAC dirumuskan ?
  9. Siapa yang merumuskan pengambilan keputusan SAC ?
  10. Bagaimana cara menentukan pengambilan keputusan SAC ?
  11. Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?
  12. Dimana komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?
  13. Kapan komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?
  14. Siapa yang merumuskan komunikasi manajer dengan bawahan SAC ?
  15. Bagaimana cara menentukan komunikasi manajer dengan bawahan SAC ?
  16. Dalam memberi motivasi kerja di tahun 2011dilakukan dengan cara apa ?
  17. Dimana SAC memberi semangat ?
  18. Kapan SAC memberi semangat ?
  19. Siapa yang memberi semangat ?
  20. Bagaimana cara SAC memberi semangat kepada bawahan ?
  21. Dengan cara apa SAC memberi inspirasi kepada sumber daya manusia dalam melakukan kegiatan ?
  22. Dimana SAC memberi inspirasi kepada bawahan?
  23. Kapan SAC memberi inspirasi kepada bawahan?
  24. Siapa yang memberi inspirasi kepada bawahan?
  25. Bagaimana cara SAC memberi inspirasi kepada bawahan ?
  26. Apa SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  27. Dimana SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  28. Kapan SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  29. Siapa yang memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  30. Bagaimana cara SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  31. Apa SAC memperbaiki sikap bawahan ?
  32. Dimana SAC memperbaiki sikap bawahan ?
  33. Kapan SAC memperbaiki sikap bawahan ?
  34. Siapa yang memperbaiki sikap bawahan ?
  35. Bagaimana cara SAC memperbaiki sikap bawahan ?
  36. Apa SAC merekrut tenaga kerja ?
  37. Dimana SAC merekrut tenaga kerja?
  38. Kapan SAC merekrut tenaga kerja ?
  39. Siapa yang merekrut tenaga kerja ?
  40. Bagaimana cara SAC merekrut tenaga kerja ?
  41. Apa SAC mengembangkan tenaga kerja ?
  42. Dimana SAC mengembangkan tenaga kerja?
  43. Kapan SAC mengembangkan tenaga kerja ?
  44. Siapa yang mengembangkan tenaga kerja SAC ?
  45. Bagaimana cara SAC mengembangkan tenaga kerja ?
  46. Apa usaha SAC agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal ?
  47. Dimana usaha SAC agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal?
  48. Kapan usaha SAC agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal ?
  49. Siapa yang melakukan usaha tersebut ?
  50. Bagaimana cara SAC setiap tenaga memberi daya guna maksimal ?

 

  1. Dalam menggerakkan orang untuk tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien dengan cara apa ?
  2. Apa yang digunakan SAC dalam pengambilan keputusan di tahun 2011 ?
  3. Bagaimana cara menentukan pengambilan keputusan SAC ?
  4. Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?
  5. Dimana komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?
  6. Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?
  7. Kapan komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?
  8. Bagaimana cara menentukan komunikasi manajer dengan bawahan SAC ?
  9. Seperti apa SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  10. Bagaimana cara SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?
  11. Seperti apa SAC memperbaiki sikap bawahan ?
  12. Siapa yang memperbaiki sikap bawahan ?
  13. Bagaimana cara SAC merekrut tenaga kerja ?
Pengawasan (controlling)
  1. Seperti apa penerapan dalam kegiatan SAC dilakukan?
  2. Dimana penerapan dalam kegiatan SAC dilakukan ?
  3. Kapan penerapan dalam kegiatan SAC dilakukan ?
  4. Siapa yang melaksanakan penerapan dalam kegiatan SAC?
  5. Bagaimana cara penerapan dalam kegiatan SAC ?
  6. Apa atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?
  7. Dimana atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?
  8. Kapan atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?
  9. Siapa atasan SAC yang mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan?
  10. Bagaimana cara atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?
  11. Apa atasan SAC mengadakan pencocokan dalam kegiatan dengan apa yang telah ditetapkan?
  12. Dimana atasan SAC mengadakan pencocokan dalam kegiatan ?
  13. Kapan atasan SAC mengadakan pencocokan dalam kegiatan ?
  14. Siapa atasan SAC yang mengadakan pencocokan dalam kegiatan?
  15. Bagaimana cara atasan SAC mengadakan pencocokan dalam kegiatan ?
  16. Apa atasan SAC mengarahkan kegiatan ?
  17. Dimana atasan SAC mengarahkan kegiatan?
  18. Kapan atasan SAC mengarahkan kegiatan ?
  19. Siapa atasan SAC yang mengarahkan kegiatan ?
  20. Bagaimana cara atasan SAC mengarahkan kegiatan ?
    1. Bagaimana cara atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?
  1. Dari pertanyaan yang dipilih meliputi:

a)         Komponen perencanaan sejumlah 16 pertanyaan yang terdiri dari:

1)        Indikator penetapan tujuan 5 pertanyaan.

2)        Indikator penentuan proyek 5 pertanyaan.

3)        Indikator penentuan program 5 pertanyaan.

4)        Indikator penentuan anggaran 1 pertanyaan.

b)        Komponen pengorganisasian sejumlah 18 pertanyaan yang terdiri dari:

1)        Indikator pengembangan organisasi 4 pertanyaan.

2)        Indikator penetapan tugas 5 pertanyaan.

3)        Indikator penetapan fungsi 3 pertanyaan.

4)        Indikator pendelegasian wewenang 4 pertanyaan.

5)        Indikator pendelegasian tanggung jawab 2 pertanyaan.

c)         Komponen penggerakkan sejumlah 13 pertanyaan yang terdiri dari:

1)        Indikator menggerakkan orang untuk tujuan yang telah ditetapkan 1 pertanyaan.

2)        Indikator pengambilan keputusan 2 pertanyaan.

3)        Indikator Komunikasi manajer dengan bawahan 5 pertanyaan.

4)        Indikator Memperbaiki pengetahuan bawahan 2 pertanyaan.

5)        Indikator Memperbaiki sikap bawahan 2 pertanyaan.

6)        Indikator merekrut tenaga kerja 1 pertanyaan.

d)        Komponen pengawasan sejumlah 1 pertanyaan yang terdiri dari:

1)        Indikator Atasan mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan 1 pertanyaan.

Hasil Wawancara

Narasumber     : Imam Cholil S.Sos.

Jabatan            : Ketua Sidoarjo Aquatic Club

Pelaksanaan

Hari/Tanggal   : 8 Desember 2011

Tempat            : Sekertariat Sidoarjo Aquatic Club

Hasil Wawancara :

  1. Seperti apa proses penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011?

Melalui rapat kerja pengurus 5 tahun dan 1 tahun

  1. Dimana penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?

Di kediaman ketua SAC

  1. Kapan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?

Januari 2011

  1. Siapa yang merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?

Ketua dan segenap pengurus serta perwakilan beberapa wali murid

  1. Bagaimana cara merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?

Melalui pemaparan program dan diskusi dalam musyawarah

  1. Apa sajakah proyek SAC di tahun 2011 ?

Menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluh Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 27-30 Desember 2011 di kolam renang GOR Kertajaya Surabaya.

 

  1. Dimana penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?

Di kediaman ketua saat rapat persiapan proyek

  1. Kapan penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan ?

Pada Juli 2011

  1. Siapa yang merumuskan penentuan proyek SAC tahun 2011 ?

Dewan pendiri, pengurus, serta pelatih

  1. Bagaimana cara penentuan proyek SAC tahun 2011 ?

Melaksanakan rapat untuk membicarakan/membahas proyek yang akan dijalankan

    1. Apa sajakah program SAC tahun 2011 ?

Mengikuti semua kejuaraan yang diselenggarakan oleh pemprov maupun pemcab di jatim

 

  1. Dimana penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?

Di kediaman ketua saat rapat atau pertemuan perkumpulan

  1. Kapan penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan ?

Ditentukan berdasarkan agenda pemprov dan undangan yang diterima sebelum kejuaraan

 

  1. Siapa yang menentukan penentuan program SAC tahun 2011 ?

Pelatih kepala yang telah disepakati oleh tim pelatih

  1. Bagaimana cara penentuan program SAC tahun 2011 ?

Melaksanakan rapat untuk membicarakan/membahas program yang akan dilaksanakan

  1. Berapa penentuan anggaran SAC di tahun 2011 ?

Anggaran SAC di tahun 2011 tidak ditentukan. Dikarenakan anggaran SAC hanya ditopang oleh iuran bulanan peserta, sumbangan / bantuan yang tidak mengikat serta usaha lain yang sah.

    1. Apa pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC di tahun 2011 ?

Membuka program latihan diluar tempat latihan induk. Yaitu di kolam Golden Aquatic Sepanjang dan kolam Jalasari Tulangan Sidoarjo

 

  1. Dimana pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?

Di kediaman ketua saat rapat atau pertemuan perkumpulan

  1. Siapa yang merumuskan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?

Ketua dengan segenap pengurus SAC

  1. Bagaimana cara menentukan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?

Melalui survey lokasi kolam renang

  1. Berupa apa penetapan tugas SAC di tahun 2011 ?

Berupa program peningkatan prestasi kerja

  1. Dimana penetapan tugas SAC dirumuskan ?

Di kediaman ketua saat rapat atau pertemuan perkumpulan

  1. Kapan penetapan tugas SAC dirumuskan ?

Sejak berdirinya perkumpulan SAC

  1. Siapa yang merumuskan penetapan tugas SAC ?

Pelatih kepala dan tim pelatih beserta pengurus.

  1. Bagaimana cara menentukan penetapan tugas SAC ?

Melaksanakan rapat untuk membicarakan/membahas tugas yang akan ditetapkan

    1. Fungsi organisasi SAC di tahun 2011 ditetapkan sebagai apa?

Sebagai wadah pembinaan olahraga renang di Sidoarjo, sebagaimana tercantum dalam visi & misi SAC

 

  1. Siapa yang merumuskan penetapan fungsi SAC ?

Dewan pendiri SAC

  1. Bagaimana cara menentukan penetapan fungsi SAC ?

Melalui pemikiran yang positif tentang manfaat dan pengembangan olahraga renang

    1. Pendelegasian wewenang SAC di tahun 2011 berupa apa ?

Segala sesuatu yang terkait dengan teknis atau program latihan diserahkan pada tim pelatih. Sedangkan pengurusan pengelolaan keuangan, penagihan iuran bulanan diserahkan sepenuhnya kepada bendahara termasuk uang kepelatihan.

 

  1. Kapan pendelegasian wewenang SAC dirumuskan ?

Sejak berdirinya SAC

  1. Siapa yang merumuskan pendelegasian wewenang SAC ?

Dewan pendiri beserta pengurus

  1. Bagaimana cara menentukan pendelegasian wewenang SAC ?

Disesuaikan dengan tugas dan fungsi pengurus serta pelatih

  1. Dalam menggerakkan orang untuk tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien dengan cara apa ?

Memberikan pemahaman tentang maksud dan tujuan suatu organisasi melalui pertemuan, koordinasi, dan evaluasi

 

  1. Siapa yang merumuskan pendelegasian tanggung jawab SAC ?

Ketua beserta pengurus

  1. Bagaimana cara menentukan pendelegasian tanggung jawab SAC ?

Berdasarkan tugas dan fungsi pengurus

  1. Apa yang digunakan SAC dalam pengambilan keputusan di tahun 2011 ?

Berdasar pada aturan yang telah ditetapkan dalam anggaran dasar pembentukan SAC

  1. Bagaimana cara menentukan pengambilan keputusan SAC ?

Dengan musyawarah mufakat

    1. Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?

Dalam bentuk pengarahan, rapat evaluasi secara formal dan informal.

  1. Dimana komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?

Di tempat latihan / kolam renang, di tempat saat rapat, sekretariat dll.

  1. Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?

Dalam bentuk pengarahan

  1. Kapan komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?

Disaat rapat formal maupun informal

  1. Bagaimana cara menentukan komunikasi manajer dengan bawahan SAC ?

Melalui komunikasi yang disertai dengan contoh keberhasilan pencapaian prestasi

  1. Seperti apa SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?

Dengan mengikutsertakan pelatih dalam BIMTEK, penataran pelatihan pelatih yang diselenggarakan pemkab, pemprov, dispora, KONI, dan lain sebagainya

 

  1. Bagaimana cara SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?

Pemberian arahan dari ketua dan pelatih kepala

    1. Seperti apa SAC memperbaiki sikap SDM nya ?

Memberi nasehat atau teguran disaat pertemuan formal maupun informal

  1. Siapa yang memperbaiki sikap bawahan ?

Ketua dan pelatih kepala

  1. Seperti apa SAC merekrut tenaga kerja ?

Berdasarkan kemampuan serta pengalaman melatih dan latar belakang pendidikan.

  1. Bagaimana cara atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?

Hadir disetiap kegiatan latihan

Narasumber

Imam Cholil S.Sos.

PROSES MEMPEROLEH HASIL PENELITIAN

 

NO KOMPONEN HASIL JAWABAN WAWANCARA /CATATAN LAPANGAN DESKRIPSI WAWANCARA / CATATAN ANALISIS HASIL PENELITIAN
1 Perencanaan(Planning)
  1. Seperti apa proses penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011?

Melalui rapat kerja pengurus 5 tahun dan 1 tahun

  1. Dimana penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?

Di kediaman ketua SAC

  1. Kapan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 dirumuskan ?

Januari 2011

  1. Siapa yang merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?

Ketua dan segenap pengurus serta perwakilan beberapa wali murid

  1. Bagaimana cara merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?

Melalui pemaparan program dan diskusi dalam musyawarah

  1. Apa sajakah proyek SAC di tahun 2011 ?

Menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluh Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 27-30 Desember 2011 di kolam renang GOR Kertajaya Surabaya.

  1. 22.     Dimana penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?

Di kediaman ketua saat rapat persiapan proyek

  1. Kapan penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan ?

Pada Juli 2011

  1. Siapa yang merumuskan penentuan proyek SAC tahun 2011 ?

Dewan pendiri, pengurus, serta pelatih

  1. Bagaimana cara penentuan proyek SAC tahun 2011 ?

Melaksanakan rapat untuk membicarakan/membahas proyek yang akan dijalankan

  1. Apa sajakah program SAC tahun 2011 ?

Mengikuti semua kejuaraan yang diselenggarakan oleh pemprov maupun pemcab di jatim

  1. Dimana penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?

Di kediaman ketua saat rapat atau pertemuan perkumpulan

  1. Kapan penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan ?

Ditentukan berdasarkan agenda pemprov dan undangan yang diterima sebelum kejuaraan

  1. Siapa yang menentukan penentuan program SAC tahun 2011 ?

Pelatih kepala yang telah disepakati oleh tim pelatih

  1. Bagaimana cara penentuan program SAC tahun 2011 ?

Melaksanakan rapat untuk membicarakan/membahas program yang akan dilaksanakan

  1. Berapa penentuan anggaran SAC di tahun 2011 ?
  2. Anggaran SAC di tahun 2011 tidak ditentukan. Dikarenakan anggaran SAC hanya ditopang oleh iuran bulanan peserta, sumbangan / bantuan yang tidak mengikat serta usaha lain yang sah.
Sidoarjo Aquatic Clubdalam melakukan proses perencanaan dilaksanakan melalui Rapat kerja setiap 1 tahun dan 5 tahun. Dalam rangka menetapkan arah kegiatan atau program yang disebut program jangka pendek (1 tahun) dan program jangka panjang (5 tahun).Penetapan tujuan organisasi Sidoarjo Aquatic Club tahun 2011 dirumuskan pada Januari 2011 oleh ketua dan segenap pengurus serta perwakilan beberapa wali murid melalui pemaparan program dan diskusi dalam musyawarah di kediaman ketua Sidoarjo Aquatic Club.Di tahun 2011 Sidoarjo Aquatic Clubmemiliki proyek menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 27-30 Desember 2011 di kolam renang GOR Kertajaya Surabaya. Proyek tersebut ditentukan melalui rapat di kediaman ketua saat rapat persiapan proyek pada Juli 2011 oleh dewan pendiri, pengurus dan pelatih.Program Sidoarjo Aquatic Club di tahun 2011 mengikuti seluruh kejuaraan yang diselenggarakan oleh pengprov maupun pengcab di Jatim. Program tersebut ditentukan oleh pelatih kepala yang telah disepakati oleh tim pelatih dalam rapat atau pertemuan perkumpulan di kediaman ketua Sidoarjo Aquatic Club. Penentuan program tersebut ditentukan berdasarkan agenda pemprov dan undangan yang diterima sebelum kejuaraan berlangsung.

Anggaran Sidoarjo Aquatic Club di tahun 2011 tidak ditentukan. Dikarenakan anggaran Sidoarjo Aquatic Club hanya ditopang oleh iuran bulanan peserta, sumbangan / bantuan yang tidak mengikat serta usaha lain yang sah.

Sidoarjo Aquatic Clubdalam melakukan proses perencanaan dilaksanakan melalui Rapat kerja setiap 1 tahun dan 5 tahun. Dalam rangka menetapkan arah kegiatan atau program yang disebut program jangka pendek (1 tahun) dan program jangka panjang (5 tahun). Hal tersebut selaras dengan Lutan (2000:3), “perencanaan adalah penentuan lebih dulu tujuan yang ingin dicapai dan alat-alat yang digunakan untuk mencapai tujuan itu. Perencanaan itu mencakup apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukan, dan siapa yang akan melakukannya.” 
2 Pengorganisasian (Organizing)
  1. Apa pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC di tahun 2011 ?

Membuka program latihan diluar tempat latihan induk. Yaitu di kolam Golden Aquatic Sepanjang dan kolam Jalasari Tulangan Sidoarjo

  1. Dimana pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?

Di kediaman ketua saat rapat atau pertemuan perkumpulan

  1. Siapa yang merumuskan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?

Ketua dengan segenap pengurus SAC

  1. Bagaimana cara menentukan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?

Melalui survey lokasi kolam renang

  1. Berupa apa penetapan tugas SAC di tahun 2011 ?

Berupa program peningkatan prestasi kerja

  1. Dimana penetapan tugas SAC dirumuskan ?

Di kediaman ketua saat rapat atau pertemuan perkumpulan

  1. Kapan penetapan tugas SAC dirumuskan ?

Sejak berdirinya perkumpulan SAC

  1. Siapa yang merumuskan penetapan tugas SAC ?

Pelatih kepala dan tim pelatih beserta pengurus.

  1. Bagaimana cara menentukan penetapan tugas SAC ?

Melaksanakan rapat untuk membicarakan/membahas tugas yang akan ditetapkan

    1. Fungsi organisasi SAC di tahun 2011 ditetapkan sebagai apa?

Sebagai wadah pembinaan olahraga renang di Sidoarjo, sebagaimana tercantum dalam visi & misi SAC

  1. Siapa yang merumuskan penetapan fungsi SAC ?

Dewan pendiri SAC

  1. Bagaimana cara menentukan penetapan fungsi SAC ?

Melalui pemikiran yang positif tentang manfaat dan pengembangan olahraga renang

    1. Pendelegasian wewenang SAC di tahun 2011 berupa apa ?

Segala sesuatu yang terkait dengan teknis atau program latihan diserahkan pada tim pelatih. Sedangkan pengurusan pengelolaan keuangan, penagihan iuran bulanan diserahkan sepenuhnya kepada bendahara termasuk uang kepelatihan.

  1. Kapan pendelegasian wewenang SAC dirumuskan ?

Sejak berdirinya SAC

  1. Siapa yang merumuskan pendelegasian wewenang SAC ?

Dewan pendiri beserta pengurus

  1. Bagaimana cara menentukan pendelegasian wewenang SAC ?

Disesuaikan dengan tugas dan fungsi pengurus serta pelatih

  1. Dalam menggerakkan orang untuk tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien dengan cara apa ?

Memberikan pemahaman tentang maksud dan tujuan suatu organisasi melalui pertemuan, koordinasi, dan evaluasi

  1. Siapa yang merumuskan pendelegasian tanggung jawab SAC ?

Ketua beserta pengurus

  1. Bagaimana cara menentukan pendelegasian tanggung jawab SAC ?

Berdasarkan tugas dan fungsi pengurus

Susunan organisasi Sidoarjo Aquatic Club sebagai berikut, Ketua, sekretaris, bendahara, seksi pembinaan dan kepelatihan, seksi pendanaan, seksi umum. Dalam melaksanakan kegiatan tiap-tiap seksi berdasarkan pada tugas dan fungsi masing-masing. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus Sidoarjo Aquatic Clubberdasarkan keputusan dewan pendiri.Sidoarjo Aquatic Club melakukan pengembangan organisasi dengan membuka program latihan di luar tempat latihan induk, yaitu di kolam golden aquatic kecamatan Sepanjang dan di kolam jalasari kecamatan Tulangan Sidoarjo. Hal tersebut diputuskan oleh ketua dan segenap pengurus Sidoarjo Aquatic Club melalui survey kolam setelah itu dilakukan musyawarah atau rapat di kediaman ketua Sidoarjo Aquatic Club.Penetapan tugas Sidoarjo Aquatic Club di tahun 2011 berupa program peningkatan prestasi kerja, hal tersebut ditetapkan sejak berdirinya perkumpulan Sidoarjo Aquatic Club Juli 2003 yang ditetapkan oleh tim pelatih beserta pengurus melalui rapat atau musyawarah.Fungsi organisasi Sidoarjo Aquatic Club di tahun 2011 ditetapkan sebagai wadah pembinaan olahraga renang Sidoarjo, sebagaimana tercantum dalam visi dan misi Sidoarjo Aquatic Club. Hal tersebut ditetapkan oleh dewan pendiri Sidoarjo Aquatic Club melalui pemikiran yang positif tentang manfaat dan pengembangan olahraga dalam musyawarah. Berikut visi dan misi Sidoarjo Aquatic Club:

Segala sesuatu yang terkait dengan teknis atau program latihan diserahkan pada tim pelatih, sedangkan pengurusan pengelolaan keuangan, penagihan iuran bulanan diserahkan sepenuhnya kepada bendahara termasuk uang kepelatihan. Pendelegasian wewenang tersebut telah ditetapkan sejak berdirinya Sidoarjo Aquatic Club Juli 2003 oleh dewan pendiri beserta pengurus disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Dalam menggerakkan orang untuk tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien Sidoarjo Aquatic Club memberikan pemahaman tentang dan maksud tujuan suatu organisasi melalui pertemuan, koordinasi, dan evaluasi.

 

Susunan organisasi Sidoarjo Aquatic Club sebagai berikut, Ketua, sekretaris, bendahara, seksi pembinaan dan kepelatihan, seksi pendanaan, seksi umum. Dalam melaksanakan kegiatan tiap-tiap seksi berdasarkan pada tugas dan fungsi masing-masing. Pengangkatan dan pemberhentian pengurus Sidoarjo Aquatic Clubberdasarkan keputusan dewan pendiri. Hal tersebut selaras dengan peryataan sebagai berikut:Menurut Wijayanti (2008:10), “penentuan sumberdaya-sumberdaya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, perancangan, dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja, penugasan tanggung jawab tertentu, pendelegasian wewenang.” 
3 Penggerakan (Actuating)
  1. 78.    Apa yang digunakan SAC dalam pengambilan keputusan di tahun 2011 ?

Berdasar pada aturan yang telah ditetapkan dalam anggaran dasar pembentukan SAC

  1. 79.    Bagaimana cara menentukan pengambilan keputusan SAC ?

Dengan musyawarah mufakat

  1. 87.    Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?

Dalam bentuk pengarahan, rapat evaluasi secara formal dan informal.

  1. 88.    Dimana komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?

Di tempat latihan / kolam renang, di tempat saat rapat, sekretariat dll.

  1. 89.    Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?

Dalam bentuk pengarahan

  1. 90.    Kapan komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?

Disaat rapat formal maupun informal

  1. 91.    Bagaimana cara menentukan komunikasi manajer dengan bawahan SAC ?

Melalui komunikasi yang disertai dengan contoh keberhasilan pencapaian prestasi

  1. 92.    Seperti apa SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?

Dengan mengikutsertakan pelatih dalam BIMTEK, penataran pelatihan pelatih yang diselenggarakan pemkab, pemprov, dispora, KONI, dan lain sebagainya

  1. 93.    Bagaimana cara SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?

Pemberian arahan dari ketua dan pelatih kepala

  1. 96.    Seperti apa SAC memperbaiki sikap SDM nya ?

Memberi nasehat atau teguran disaat pertemuan formal maupun informal

  1. 97.    Siapa yang memperbaiki sikap bawahan ?

Ketua dan pelatih kepala

100.Seperti apa SAC merekrut tenaga kerja ?

Berdasarkan kemampuan serta pengalaman melatih dan latar belakang pendidikan.

Sidoarjo Aquatic Club  dalam pengambilan keputusan berdasar pada aturan yang telah ditetapkan dalam anggaran dasar pembentukan Sidoarjo Aquatic Club.Penggerakan organisasi pada Sidoarjo Aquatic Clubdilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan yang diprogram oleh pengurus untuk peningkatan prestasi anggota, melalui program-program yang telah ditetapkan sesuai tata tertib yang berlaku dalam rangka pencapaian tujuan.Proses penggerakan dilaksanakan dengan menggerakkan anggota-anggotanya dalam pelaksanaan aktivitas organisasi sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi dari masing-masing. Penggerakan yang dilakukan pada Sidoarjo Aquatic Club dimaksudkan agar anggota menjalankan aktivitas dengan disiplin dan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan kewajiban dalam kepengurusan agar tujuan dalam organisasi dapat dijalankan sesuai harapan. Penggerakan organisasi pada Sidoarjo Aquatic Club dilaksanakan melalui kegiatan- kegiatan yang diprogram oleh pengurus untuk peningkatan prestasi anggota, melalui program-program yang telah ditetapkan sesuai tata tertib yang berlaku dalam rangka pencapaian tujuan. Proses penggerakan dilaksanakan dengan menggerakkan anggota-anggotanya dalam pelaksanaan aktivitas organisasi sesuai dengan kedudukan, tugas dan fungsi dari masing-masing. Penggerakan yang dilakukan pada Sidoarjo Aquatic Club dimaksudkan agar anggota menjalankan aktivitas dengan disiplin dan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan kewajiban dalam kepengurusan agar tujuan dalam organisasi dapat dijalankan sesuai harapan. Hal tersebut diatas sesuai dengan teori “Penggerakan (actuating) adalah menggerakkan orang-orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien (Julitriarsa dan Suprihanto, 1988:65).” 
4 Pengawasan (controlling) 101.Bagaimana cara atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?Hadir disetiap kegiatan latihan Pengawasan kegiatan Sidoarjo Aquatic Club, dilaksanankan melalui pemantauan dan evaluasi terhadap program kegiatan yang telah ditetapkan, guna mendapatkan hasil yang maksimal.Pemantauan (monitoring) juga dilaksanakan Sidoarjo Aquatic Club pada setiap kegiatan yang dilaksanakan agar pelaksanaan sesuai dengan rencana kerja. Pemberian sangsi terhadap pelanggaran aturan organisasi juga merupakan bagian dari proses pengawasan, dengan adanya pemberian sangsi akan menciptakan suasana disiplin dan patuh dalam melaksanakan aktivitas organisasi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara maksimal. Pengawasan kegiatan Sidoarjo Aquatic Club, dilaksanankan melalui pemantauan dan evaluasi terhadap program kegiatan yang telah ditetapkan, guna mendapatkan hasil yang maksimal. Pemantauan (monitoring) juga dilaksanakan Sidoarjo Aquatic Clubpada setiap kegiatan yang dilaksanakan agar pelaksanaan sesuai dengan rencana kerja. Hal tersebut diatas selaras dengan peryataan berikut:Menurut Manullang (2009:12), Salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan semula. Dalam melaksanakan kegiatan controlling, atasan mengadakan pemeriksaan, mencocokkan, serta mengusahakan agar kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta tujuan yang ingin dicapai.

DOKUMENTASI

 

Wawancara Dengan Bapak Imam Cholil Selaku Ketua dan Dewan Pendiri Sidoarjo Aquatic Club

 

Kolam Renang Sendang Delta Sidoarjo

Jalan Pahlawan 200 Sidoarjo

Sarana Prasarana Sidoarjo Aquatic Club

 

Kegiatan Latihan

Warming Up Sebelum Latihan Inti Dimulai

 

Salah Satu Kegiatan Sidoarjo Aquatic Club Dalam Rangka Memperbaiki Pengetahuan Sumber Daya Manusianya Dengan Mengikutsertakan Pelatih Dalam BIMTEK, Penataran Pelatihan Pelatih, dsb.

 

 
SAC menerima Piala sebagai Juara Umum III

Olivia A. Fernandez sebagai atlit Terbaik KU IV

Ketua Umum SAC menerima Trophy sebagai Juara Umum di Tulung Agung

RENCANA ANGGARAN PENELITIAN

 

No Uraian Keperluan Jumlah Satuan Biaya satuan Jumlah biaya
1. Print proposal Verifikasi 33 Lembar Rp. 300 Rp. 9.900
2. Fotocopy perbanyak proposal Verifikasi 6 Makalah Rp. 5000 Rp. 30.000
3. Stofmap Verifikasi 6 Buah Rp. 1500 Rp. 9.000
4. Print proposal Ujian proposal 38 Lembar Rp. 300 Rp. 11.400
5. Fotocopy perbanyak proposal Ujian proposal 3 Makalah Rp. 5.000 Rp. 15.000
6. Stofmap Ujian proposal 3 Buah Rp. 1500 Rp. 4.500
7. Konsumsi Ujian proposal 5 Paket Rp. 30.000 Rp. 150.000
8. Print proposal Pengumpulan proposal yang telah direvisi 33 Lembar Rp. 300 Rp. 9.900
9. Fotocopy perbanyak proposal Pengumpulan proposal yang telah direvisi 3 Makalah Rp. 5000 Rp. 15.000
10. Print surat ijin penelitian Ijin penelitian 3 Lembar Rp. 300 Rp. 900
11. Tansportasi penelitian Penelitian - - - Rp. 50.000
12. Pengumpulan data penelitian Penelitian - - - Rp. 50.000
13. Print skripsi Ujian skripsi 50 Lembar Rp. 300 Rp. 15.000
14. Fotocopy perbanyak skripsi Ujian skripsi 6 Skripsi Rp. 10.000 Rp. 60.000
15. Stofmap Ujian skripsi 6 Buah Rp. 1500 Rp. 9.000
16. Konsumsi Ujian skripsi 5 Paket Rp. 30.000 Rp. 250.000
17. Print skripsi Pengumpulan skripsi 50 Lembar Rp. 300 Rp. 15.000
18. Fotocopy perbanyak skripsi Pengumpulan skripsi 6 Skripsi Rp. 10.000 Rp. 60.000
19. Hardcover skripsi Pengumpulan skripsi 6 Skripsi Rp. 20.000 Rp. 250.000
20. Beli buku Kenang-kenangan perpustakaan fakultas 1 Buku Rp. 50.000 Rp. 50.000
  TOTAL BIAYA Rp. 1.064.600

JADWAL PENELITIAN

 

No Kegiatan Mei2011 Juni2011 Juli2011 Agust2011 Sept2011 Okt2011 Nop2011 Des2011 Jan2011 Feb2012
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Studi Pustaka
2 Penulisan Proposal
3 Verifikasi Proposal
4 Ujian Proposal
5 Revisi proposal
6 Pengumpulan Proposal
7 Ijin penelitian
8 Penelitian / pengumpulan data
9 Pembahasan hasil penelitian
10 Penyusunan skripsi
11 Sidang Skripsi
12 Revisi skripsi
13 Penyelesaian skripsi

 

No       :

Lamp   : -

Hal      :

KEPADA

YTH. SAUDARA AHMAD SKUNDA SUDAFIRMANTO

DI

Tempat

Dengan hormat,

Menanggapi surat permohonan ijin penelitian dari saudara :

Nama                           : Ahmad Skunda Sudafirmanto

No. Registrasi             : 076484019

Program/Jurusan          : S1 IKOR / Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi

Untuk mengadakan penelitian dengan judul skripsi :

Pelaksanaan Fungsi Manajemen Organisasi Olahraga Renang Pada Perkumpulan Renang Sidoarjo Aquatic Club Tahun 2011

Kami menyatakan memberikan  ijin untuk melaksanakan penelitian tersebut.

Demikian surat pemberitahuan ini kami buat. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Sidoarjo, 10 Desember  2011

Ketua Sidoarjo Aquatic Club

Imam Cholil S.Sos.

PROSES MEMPEROLEH HASIL PENELITIAN

 

NO KOMPONEN HASIL JAWABAN WAWANCARA /CATATAN LAPANGAN DESKRIPSI WAWANCARA / CATATAN ANALISIS HASIL PENELITIAN
1 Perencanaan(Planning)
  1. Seperti apa proses penetapan tujuan latihan ekstra kurikuler pencaksilat di smpn ….. tahun 2012 ?
  2. Dimana penetapan tujuan organisasi latihan ekstra kurikuler pencaksilat di smpn …..  tahun 2012 dirumuskan ?

Di kediaman ketua SAC

  1. Kapan penetapan tujuan organisasi latihan ekstra kurikuler pencaksilat di smpn …..  tahun 2012 dirumuskan ?
  2. Siapa yang merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?
  3. Bagaimana cara merumuskan penetapan tujuan organisasi SAC tahun 2011 ?
  4. Apa sajakah proyek SAC di tahun 2011 ?
  5. 32.     Dimana penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?
  6. Kapan penentuan proyek SAC tahun 2011 ditentukan ?
  7. Siapa yang merumuskan penentuan proyek SAC tahun 2011 ?
  8. Bagaimana cara penentuan proyek SAC tahun 2011 ?
  9. Apa sajakah program SAC tahun 2011 ?
  10. Dimana penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan dan dilaksanakan ?
  11. Kapan penentuan program SAC tahun 2011 ditentukan ?
  12. Siapa yang menentukan penentuan program SAC tahun 2011 ?
  13. Bagaimana cara penentuan program SAC tahun 2011 ?
  14. Berapa penentuan anggaran SAC di tahun 2011 ?

 

.  
2 Pengorganisasian (Organizing)
  1. Apa pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC di tahun 2011 ?
  2. Dimana pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC dirumuskan ?
  3. Siapa yang merumuskan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  4. Bagaimana cara menentukan pengembangan organisasi atau kelompok kerja SAC ?
  5. Berupa apa penetapan tugas SAC di tahun 2011 ?
  6. Dimana penetapan tugas SAC dirumuskan ?
  7. Kapan penetapan tugas SAC dirumuskan ?
  8. Siapa yang merumuskan penetapan tugas SAC ?
  9. Bagaimana cara menentukan penetapan tugas SAC ?
    1. Fungsi organisasi SAC di tahun 2011 ditetapkan sebagai apa?
    2. Siapa yang merumuskan penetapan fungsi SAC ?

Dewan pendiri SAC

  1. Bagaimana cara menentukan penetapan fungsi SAC ?
    1. Pendelegasian wewenang SAC di tahun 2011 berupa apa ?
    2. Kapan pendelegasian wewenang SAC dirumuskan ?

Sejak berdirinya SAC

100.Siapa yang merumuskan pendelegasian wewenang SAC ?

101.Bagaimana cara menentukan pendelegasian wewenang SAC ?

108.Dalam menggerakkan orang untuk tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien dengan cara apa ?

109.Siapa yang merumuskan pendelegasian tanggung jawab SAC ?

110.Bagaimana cara menentukan pendelegasian tanggung jawab SAC ?

 

   
3 Penggerakan (Actuating) 115.Apa yang digunakan SAC dalam pengambilan keputusan di tahun 2011 ?116.Bagaimana cara menentukan pengambilan keputusan SAC ?Dengan musyawarah mufakat131.Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?

132.Dimana komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?

133.Dalam bentuk apa komunikasi manajer dengan bawahan SAC tahun 2011 ?

134.Kapan komunikasi manajer dengan bawahan SAC dirumuskan ?

135.Bagaimana cara menentukan komunikasi manajer dengan bawahan SAC ?

136.Seperti apa SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?

137.Bagaimana cara SAC memperbaiki pengetahuan bawahan ?

142.Seperti apa SAC memperbaiki sikap SDM nya ?

143.Siapa yang memperbaiki sikap bawahan ?

148.Seperti apa SAC merekrut tenaga kerja ?

 

   
4 Pengawasan (controlling) 149.Bagaimana cara atasan SAC mengadakan pemeriksaan dalam kegiatan ?  .  

Mbak Wulan harap menyesuaikan draft angket ini sesuaikan dengan ketikan warna merah

Email:     purbo_djati@yahoo.com,

Website: http://www.purbodjati@gmail.com/blogspot

http://www.purbodjati@yahoo.com/wordpress & http://www.purbo1958djati@yahoo.com/facebook


Sepanjang sejarah Indonesia para pemimpin negara selalu memberi prioritas yang proporsional untuk pembangunan olahraga Indonesia agar terwujud kemajuan yang optimal dan sehat. Namun kenyataannya prestasi olahraga menurun drastis dan jeblok, Mengapa ? Karena rendahnya aktualisasi jadidiri ke INDONESIAAN masyarakat olahraga dalam memenej dan mengaplikasikan konsepsi dan strategi sumber potensi yang tidak selaras dengan etika prinsip profesionalisme. Era kemajuan demokrasi terbukti kurang bisa dibarengi oleh kemampuan profesional para pelaku pengembangan olahraga Indonesia yang telah berusaha keras mendaulat dirinya untuk didaulat sebagai profesional olahraga.  (maaf istirahat dulu nggabung kerja bhakti PNPM-MP di lingkungan)

Inspirasi dari Solo mengepakkan sayap BURUNG GARUDA PANCASILA.
(Purbodjati)

Syukur alhamdulillah, atas usaha yang keras dan penuh aneka ragam: ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, kiranya Alloh Tuhan Yang Maha Esa meridhoi harapanku untuk menambah ibadahku dengan media komunikasi blog ini.
Benar juga apa yang disarankan para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia dan generasi penerusnya, bahwa usaha untuk mewujudkan masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, dalam perjalanannya ternyata setahap demi setahap selalu mendinamisasi seluruh warga bengsa ini untuk merubah dirinya sesirama dengan dinamika perkembangan dunia.
Ungkapan “….. Ikut serta menjaga ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi …..” dalam Preambule Undang Undang Dasar 1945, ternyata merupakan bukti nyata betapa cerdas dan arif bijaksananya pandangan kedepan para pejuang dan pendiri Republik tercinta ini.
Kita semua tahu bahwa beliau-beliau pada saat itu hidup dalam deraan penderitaan yang sangat menyakitkan dan memilukan. Salah satu modalitas untuk menahannya adalah ketekunannya untuk mematuhi, menjalankan dan mengembangkan budaya bangsa yang telah berjalan secara turun temurun serta menyempurnakannya dengan nilai-nilai budaya dari mancanegara yang sudah bersentuhan dan berkolaborasi sejak jaman Kerajaan Sriwijaya.
Disinilah bukti bahwa seberat apapun ketertindasan yang dialami oleh seseorang/komunitas kehidupan, maka apabila dihadapi dengan “kesabaran-kerja keras dan kemauan untuk berubah” maka daya tahan, kecerdasan dan daya tangkal akan muncul.

Atas berkat rahmat Allah Tuhan Yang Naha Esa, ternyata kekuatan rakyat Indonesia dalam mewujudkan mandat demokrasi sesuai dengan landasan idil Pancasila dan konstitusionil Undang-Undang Dasar 1945, telah dapat terlaksana sesuai dengan program. Pro dan kontra adalah refleksi dari dinamika keberagaman perbedaan visi dan misi masing-masing dalam mengaplikasikan demokrasi sesuai dengan cita-cita dan harapan yang diinginkannya.

Salah satu nilai tambah yang bisa kita peroleh adalah betapa gigihnya kita untuk menjadikan keaneka ragaman perbedaan ini menjadi sabuk penguat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Ini merupakan modalitas untuk mewujudkan lambang negara institusi legislatif yang representatif untuk mengakomodasi dan memproyeksikan sasaran dan wujud kesejahteraan yang kita inginkan bersama.

Memang masih banyak kekurangan yang kita lakukan, diantaranya adalah kemauan dan kemampuan kita untuk mengutarakan kesalahan kita secara transparan dan teridentifikasi secara diskripsi, dan kemudian kita jadikan sebagai data secara statistik. Sehingga menjadi sumber data kongkrit untuk merumuskannya dalam konteks apa, bagaimana, mengapa, kapan, dimana dan siapa yang memformat cara memberbaikinya. Karena ini adalah hajat kita, untuk kita dan harus kita yang mendinamisasikannya secara selaras, serasi, seimbang dan harmoni.

Kedepan kita juga perlu mulai mewaspadai kecerdasan kita dalam pesta demokrasi berikutnya, yakni pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Mari kita cari kemungkinan yang paling ideal untuk mewujudkan keseimbangan yang efektif dan efisien antara matra legistaif dan eksekutif yang tolok ukurnya ada pada capres dan cawapresnya. Kiranya hak partai politik inipun juga jangan sampai melupakan figur yang sesuai tetapi kurang terakomodasi dalam pandangan institusi partai politik. Kita harus mampu memperlihatkan, memunculkan figur Negarawan yang dimiliki oleh Ibu Pertiwi ini dimanapun ia sekarang berada.

Semoga kita, atas ridho Allah Tuhan Yang Maha Esa memiliki kemampuan yang tepat untuk itu.

by : PURBODJATI.*)

(The Faculty Science Sportmanship – Surabaya Of  State University).

In this experiment, We study the influence of plyometric exercise and the influence at 5 kg-vest-weighted plyometric exercise (= both apply a method of ” double legs box bounds”) on explosion power capability and hypertrophy of the bower moving organ muscles among 60 students at SMP negeri I Plaosan – Sarangan – Magetan, males of 13 – 17 years old divided into two groups, each group consists of 30 students by using research design ” The Randomised Pretest- Posttest Group Design”.

For dosage balance of both exercises, the plyometric exercise then uses 10 boxes and 5 kg-vest-weighted uses 9 boxes, determined through the calculation at power need of the two exercise form according to mechanics principle.

The exercise is given for 8 weeks, 3 exercises within each week. Before the exercise is given, body weight and vertical jump capability (The variable which determine explosion power), Right-Left thigh perimeter, right-left calf perimeter, thickness of right-left thigh fat perimeter, and thickness of right-left calf fat perimeter (determinant variable of lower moving organ hypertroply), among all testee (pretest). During the first 4 week, the tes tees finish exercise set (week 1 – 2 = 3 set and week 3 – 4 = 4 set). The first group is given plyometric exercise using 10 box, whereas the second group is given 5 kg-vest-weighted plyometric using 9 box. In the end at the first four week, determinant variables at explosion power and hypertropy at the lower moving organ on all testees (posttest 1). Then it is followed with the second 4 week exercise, where the two group still do the same exercise method, but completes exercise set : week 5 – 6 = 5 set and week 7 – 8 = 6 set.

In the end at the second four week measurement at the determinant variables of explosion power and hypertrophy in lower moving organ is again don’t among all of the testees (posttest 2). Later the acquired data are processed statistically by using discriptive statistics, anava test with significance at 5 %, with computer leep.

The result shows that plyometric exercise and 5 kg-vest-weighted plyometric which both apply movement method of double legs box bounds may surely increase explosion power capability and hypertrophy of the lower moving organ (p < 0,01), but between the two forms of exercise have no significant difference in terms of their influences (p > 0,05).

*) Program Study Science Sportmanship – The Majors Education of Health and

Recreation – The Faculty Science Sportmanship – The University Country

of Surabaya,

The Student Semester 6, The Program of S3 Program Study Science Sportmanship – Surabaya Of State University.


Email: purbo1958djati@yahoo.com

Web blog: http://www.purbodjati.wordpress.com

Web name in facebook: Purbo Djati.

Alhamdulillah, kemajuan demokrasi Indonesia telah mencapai tingkat kesadaran para pemegang mandat rakyat untuk mengembangkannya. Kini kehendak rakyat Indonesia telah sampai pada masa pelaksanaan pemilihan umum legislatif secara langsung. Semua komponen bangsa punya hajat besar, dengan cita-cita luhur, yakni upaya mencapai masyarakat adil makmur dalam agenda reformasi untuk restorasi.
Semoga mandat yang benar-benar telah dikembalikan pada semua warga bangsa ini benar-benar dapat dipergunakan sesuai dengan pendalamnnya dibidang IPOLEKSOSBUDHANKAM. Rakyat pemilik kekuasaan benar-benar mampu memanfaatkannya dengan ibadah yang benar, dan terhindar dari kemungkinan khianat terhadap hati nuraninya.
Saatnya rakyat diuji atas kekuatan kearifan yang telah terbentuk dalam dinamika sejarah kehidupan bangsa Indonesia yang syarat dengan berbagai pengalaman yang salah dan benar.
Akan tertarik pada yang mana saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air nanti ? Apakah masih senang untuk berbuat kesalahan atau untuk berbuat kebenaran ? Saat ini sedang diuji, ada yang mandatnya itu dizikirkan kehadirat Tuhannya masing-masing dalam ibadahnya, ada yang tawar-tawarkan untuk mendapat imbalan sesuai dengan kebutuhannya, ada yang masih didiamkan saja untuk melakukan proses adaptasi, ada yang ditaruh diluar hiruk pikuknya prosesi demokrasi yang sudah berjalan, yah macam-macam. Semuanya sedang berproses untuk pembelajaran.
Semoga proses demokrasi ini benar-benar dapat disambut oleh warga bangsa untuk pencapaian hasil yang produktif dan harmonis.
Selamat berdemokrasi, sukses.

Oleh: purbodjati | Maret 12, 2009

Tinjauan Fisiologi Pernafasan Manusia.

Tinjauan Fisiologi Pernafasan Manusia.

(Purbodjati)

I. Pendahuluan.

Energi gerak manusia diperoleh dari metabolisme energi dalam sel otot, yang dalam prosesnya sangat membutuhkan oksigen (O2) yang didapatkan dari pernapasan. Pernapasan merupakan konsekuensi sistem kerja organ tubuh manusia ketika hidup dan beraktivitas untuk saling mendukung dan berkoordinasi dengan organ fisiologis yang lainnya.

II. Sistim Pernapasan.

1. Fungsi Pernapasan.

Fungsi pokok sistim pernapasan adalah mendapatkan O2 agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) dari yang dihasilkan oleh sel tubuh yang merupakan limbah metabolisme energi. (Sherwood, 2001: 411 dan Irianto, 2004: 41)

2. Organ Pernapasan.

Organ utamanya meliputi: Hidung (nares anterior); Faring (nasofaring, orofaring dan laringofaring); Laring; Trakea (batang tenggorok); Bronkus; dan Paru (Pulmonum).

3. Mekanisme dan Jenis Pernapasan.

Di dalam paru terdapat kurang lebih 300 juta alveoli, dan di alveolus terjadi proses pertukaran O2 dari udara (dari alveolus dilepas ke kapiler pulmonal, diterima vena pulmonal, dan selanjutnya Hb O2 dibawa ke jantung untuk dipompa keseluruh tubuh lewat pembuluh nadi arteri); sedangkan karbondioksida (CO2) salah satu limbah metabolisme (dilepas oleh sel diangkut melalui aliran darah pada vena dibawa ke jantung, kemudian melalui arteri pulmonal dibawa ke paru dan CO2 dilepaskan ke alveoli), selanjutnya dinapas keluarkan melalui hidung.

Adapun komposisi udara inspirasi dan ekspirasi dalam respirasi adalah sebagai berikut::

Tabel 1: Perbandingan gas inspirasi dan ekspirasi

(Diambil dari: Irianto, 2004: 202)..

G A S

Nitrogen (N2)

Oksigen (O2)

Karbondiksida (CO2)

Udara inspirasi

79 %

20 %

0,4 %

Udara ekspirasi

79 %

16 %

4 %

(Diambil dari: Irianto, 2004: 202).

Terjadinya proses pernapasan dada adalah menggunakan gerakan otot-otot antar tulang rusuk. Rongga dada membesar karena tulang dada dan rusuk terangkat akibat kontraksi otot-ototnya. Ketika paru mengembang, volume membesar dan tekanan udaranya lebih kecil daripada tekanan udara luarnya. Sedangkan pernapasan perut adalah pernapasan yang menggunakan otot diafragma. Otot-otot sekat rongga dada berkonstraksi sehingga diafragma yang semula cembung menjadi agak rata, sehingga paru mengembang kea rah perut (abdomen). Mekanisme pernapasan mengikuti tertib hukum Boyle ( P1 . V1 = P2 . V2), udara mengalir dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah, sehingga udara masuk ke dalam paru.

4. Kecepatan dan Kontrol Pernapasan.

Kecepatan pernapasan dikendalikan secara kimiawi, ketika O2 dari udara (dari alveolus dari dilepas ke kapiler pulmonal, diterima vena pulmonal; dan CO2 dilepaskan ke alveoli, proses keduanya melalui difusi). (Sherwood, 2001: 411) Dan dikendalikan oleh saraf (didalam medulla oblongata, ketika medapat rangsangan akan mengeluarkan impuls yang dirambatkan oleh saraf spinalis ke otot pernapasan, yakni otot diafragma dan otot inerkostalis dengan intensitas konstarksi rata-rata 14 kali per menit.).

5. Perubahan dalam Pernapasan.

Dalam keadaan normal, paru mengandung sekitar 2 sampai 2,5 liter udara selama siklus respirasi, tetapi dapat diisi sampai 5,5 liter atau dikosongkan sampai tersisa 1 liter. (Sherwood, 2001: 430)

Alat untuk mengukur besarnya udara inspirasi dan ekspirasi adalah Spirometer. Terdapat berbagai jenis perubahan volume dalam proses respirasi, yakni:

1) Volume Tidal (TV), adalah volume udara yang masuk atau keluar dari hidung sewaktu bernapas dalam keadaan istirahat, sebanyak 500 Cc.

2) Volume Cadangan ekspirasi (Suplemen), yaitu volume udara ekspirasi yang masih dapat dikeluarkan setelah ekspirasi normal (tidal), kira-kira 1250 Cc.

3) Volume cadangan inspirasi (komplemen), yaitu volume udara inspirasi yang masih dapat dihirup setelah inspirasi normal (tidal), adalah 3000 Cc.

4) Kapasitas Vital (KV), yaitu sejumlah Volume Suplemen + Volume Tidal + Volume Komplemen; atau sama dengan Volume Udara Maksimal yang dapat dikeluarkan dalam sekali ekspirasi setelah inspirasi maksimal; volumenya 4750 Cc.

5) Volume Residual (VR), nilai rata-ratanya =1200 Cc). Walaupun dilakukan ekspirasi sangat maksimal, selalu terdapat sisa udara dalam paru yang tidak dapat dikeluarkan dengan ekspirasi biasa. Ini disebut Volume Residu.

6) Ventilasi semenit, adalah seberapa banyak udara yang dihirup atau dihembuskan (tidak kedua-duanya) dalam waktu satu menit, selanjutnya yang digunakan sebagai ukuran adalah udara yang dikeluarkan (Volume Ekspirasi = VE). Jumlah ini dapat ditentukan dengan mengetahui: 1). Volume Tidal (VT), yaitu berapa banyak jumlah udara yang dihirup dan dikeluarkan setiap daur pernapasan; dan 2). Frekuensi bernapas, yaitu berapa kali bernapas dalam satu menit; Selanjutnya ditulis dengan persamaan sebagai berikut::

E = VT X f

Ventilasi semenit Volume Tidal frekuensi bernapas

( 1 / menit ) (liter) (per menit)

7) Walaupun dilakukan ekspirasi sangat maksimal, selalu terdapat sisa udara dalam paru yang tidak dapat dikeluarkan dengan ekspirasi biasa. Ini disebut Volume Residu. Wilmore, dkk dan Foleinsbee, dkk (dikutip oleh Hairy, 1989: 119) membuktikan, bahwa ventilasi semenit seorang atlet sepakbola dalam latihan sepeda ergocycle sebesar 208 liter per menit. Namun demikian volume tidal sangat jarang melebihi 55 % dari kapasitas vital, baik pada atlet maupun bukan atlet.

8) Sedangkan dead space, adalah ruangan udara yang terdapat di dalam rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus dan bronkiolus sebesar 150 Cc, tidak terkontak dengan alveoli, sehingga tidak turut dalam proses pertukaran gas. Jadi pada volume tidal sewaktu inspirasi sebanyak 500 Cc udara segar, hanya 350 Cc (500 – 150), sajalah yang mencapai alveoli yang turut dalam proses pertukaran gas.

III. Pengaruh pernapasan latihan olahraga terhadap Aliran Darah dan Pertukaran Gas.

Ada 8 perubahan fisiologis penting yang perlu dimengerti, yaitu:

1. Didalam jantung ada 2 pompa yang pertama memompa darah meninggalkan jantung dan beredar keseluruh tubuh yang kedua memompa darah ke paru.

2. Serabut otot yang berada didalam jantung saling berhubungan sedemikian rupa sehingga sehingga mereka berfungsi bersama – sama.

3. Jaringan yang terdapat dalam jantung otomatis berdetak sendiri dan mempunyai kemampuan sendiri menghasilkan gerakan yang beraturan.

4. Ada 2 perubahan peredaran utama darah saraf saat latihan yang pertama berhubungan dengan peningkatan jumlah darah dalam jantung dan yang kedua saat pengembalian darah yang dipompa oleh jantung dan bagian non aktif seperti otot.

5. Pengeluaran jantung berhubungan dengan 2 komponen fungsional. Jumlah darah yang dipompa dalam jantung dan banyaknya volume darah yang masuk, keduanya meningkat selama latihan.

6. Pembagian kembali darah mengalir saat latihan melibatkan vasokontraksi di arteri dari tubuh dan vasodilarasi yang terjadi dalam otot menaikkan kadar CO2 dan asam laktat serta penurunan kadar O2.

7. Sistem pengangkutan O2 dalam jantung melibatkan arteri dan oksigen dalam pembuluh darah.

8. Pembelajaran yang berhubungan dengan hukum fisika disebut hemodynamies.

Pernapasan dalam latihan olahraga dalam hubungannya dengan Aliran Darah dan Pertukaran Gas, pada intinya adalah system peredaran dalam darah yang berlangsung dalam jantung dan pertukaran gas dalam paru yang saling berkaitan saat melakukan latihan.

IV. Aplikasi IPTEK Pernapasan Dalam Latihan Olahraga Di Masyarakat.

Diantara berbagai penerapan di kancah ilmiah, adalah:

1. Digunakan untuk studi tentang tingkat hubungan curvalinear antara kebugaran cardiorespiratory dan lingkar pinggang, tebal lemak kulit (penjumlahan skinfolds), dan tekanan darah systolic pada anak-anak dan remaja Eropa, yang meliputi Denmark (Odense), Portugal (Madeira), Estonia (Tartu), dan Norwegia (Oslo). Hasilnya adalah membuktikan adanya tingkat hubungan curvilinear yang signifikan antara kebugaran cardiorespiratory dan lingkar pinggang dan penjumlahan skinfolds ( r2 parsial untuk kebugaran cardiorespiratory adalah 0.09 – 0.26 untuk perbedaan jenis kelamin yang dan kelompok umur). Tekanan darah diastolic dan Systolic juga menunjukkan suatu hubungan curvilinear dengan kebugaran cardiorespiratory, dan kebugaran menerangkan 2% tentang perbedaan tekanan darah systolic. Perbedaan tekanan darah systolic antara paling sedikit dan paling cocok/fit adalah 6 mm Hg. (Klasson-H; LKH; et.all; 2006: 1 dan 14).

2. Riset masalah daya tahan jantung paru, yang hasilnya adalah, bahwa daya tahan jantung paru berdasarkan pengukuran VO2 maks siswa tuna grahita lebih rendah daripada siswa normal. (Tarigan dkk; 2007: 152)

3.

1. Irianto, K; 2004; Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia untuk Paramedis, Penerbit: Yrama Widya – Bandung, email:

2. Klasson-Heggebø, L Klasson-Heggebø, et.all; 2006 ; Graded associations between cardiorespiratory fitness, fatness, and blood pressure in children and adolescents, British Journal of Sports Medicine 2006;40:25-29; doi:10.1136/bjsm.2004.016113, by BMJ Publishing Group Ltd & British Association of Sport and Exercise Medicine, Norwegian University of Sports and Physical Education, Oslo, Norway; sigmund.anderssen@nih.no

3. Sherwood L; 2001; Fisiologi Manusia Dari Sel Ke Sistem, Edisi 2, Alih Bahasa: Brahm U, ISBN 979-448-542-X, Penerbit: Buku Kedokteran EGC, PO. Box 4276 Jakarta 10042, Telp: 65306283

4. Tarigan, B; dan Maisarah; 2007; Perbedaan Daya Tahan Jantung Paru, Kekuatan, Daya Tahan Dan kelentukan Antara Siswa Tuna Grahita, Tuna Netra Dan Siswa Normal; Disampaikan dalam Seminar Nasional Keolahragaan Indonesia 2007, di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Bali, 26 Mei 2007, Penerbit: Unit Penerbitan Undiksha Singaraja Bali, ISBN: 978-979-16317-09.<!–
var u = “sigmund.anderssen”, d = “nih.no”; document.getElementById(“em0″).innerHTML = ‘

Oleh: purbodjati | Maret 5, 2009

POLA PEMBELAJARAN KESADARAN INTEGRASI NASIONAL

POLA PEMBELAJARAN KESADARAN INTEGRASI NASIONAL PADA PROGRAM LATIHAN PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE SAMPAI TAHUN 2009.

Oleh: (Purbodjati)

I. Pendahuluan.

1. Latar belakang masalah.

Dasar Pemikiran: Memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa yang berkemauan untuk memantapkan derajat kecendekiawanan, dimana dalam tahapan program akademik harus melaksanakan ujian komprehensip, maka sebagaimana pengalaman sejarah pendahulu pada bidang yang sama, kiranya filosofi dan strategi ideal yang penulis lakukan adalah melakukan improvisasi pemaknaan terhadap seluruh pengalaman teoritis dan empiris yang pernah penulis lakukan, baik secara informal, formal dan non formal pada berbagai bidang yang berkompeten dengan ilmu keolahragaan. Pembangunan Keolahragaan pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun peradaban bangsa. Kenyataan menunjukkan bahwa Ilmu Pengetahuan (Iptek) Keolahragaan telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban, terutama disektor kwantitas dan kualitas kebugaran dan kesehatan sumberdaya manusia diseluruh dunia. Abad ke-21 bahkan diyakini akan menjadi abad baru yang disebut era transformasi teknologi informasi-keolahragaan (digital-sports) dengan ciri khas perdagangan yang memanfaatkan elektronika (electronic commerce). Kondisi ini mengakibatkan adanya pergeseran paradigma strategi pembangunan bangsa-bangsa dari pembangunan industri menuju ke era informasi (information age). Keberhasilan target Ilmu Keolahragaan selalu berimplikasi pada perkembangan sektor: ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan suatu bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah melaksanakan program reformasi dalam perkembangannya sangat merasakan adanya nuansa baru yang secara langsung sangat mempengaruhi kesadaran sebagian masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Meski berkah kemerdekaan telah menguatkan semangatnya, namun reformasi sebagai peningkatan paradigma konsep dan strategi bangsa dalam mencapai kesejahteraan hidup juga membutuhkan waktu pemahaman dari setiap warga masyarakat seiring dengan tugas pokoknya dalam perjuangan menggerakkan berbagai aspek kehidupannya. Sehingga terkadang bahkan masih sering ditemui adanya sikap kegamangan, seperti masih dijumpai adanya sikap yang masih sering menyalahkan diri sendiri dan atau kepada para pegiat yang dengan semangat membaja, gigih, gagah berani dan konsisten selalu menggelorakan gerakan ini, Sikap kontraproduktip ini terbuktikan dengan masih adanya pendapat sebagian masyarakat yang diungkapkan secara lesan maupun tertulis bahwa masa sulit ini terjadi karena adanya reformasi. Ini mengindikasikan bahwa kemantapannya sebagai manusia Indonesia yang telah berjiwa Pancasila masih belum mapan. dan masih lemahnya pemahaman terhadap salah satu hukum kehidupan bahwa perubahan kearah yang lebih baik ini prosesnya tidak seperti membalik telapak tangan. Prospek reformasi mengemban visi dan misi kolektip untuk menegakkan tatanan kehidupan Pancasila yang syarat dengan muatan sumber historis nilai perjuangan bangsa, sedangkan proyeksi globalisasi syarat muatan tatanan kehidupan dunia yang harus kuat Profil Jati Diri BANGSA INDONESIANYA. Keduanya perlu modal dan kedisiplinan untuk mengeliminasi adanya spekulasi yang tidak wajar menurut ukuran ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan kepentingan bersama dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengingat pelaksanaan otonomi daerah yang visi dan misi idealnya adalah untuk mewujudkan keharmonisan asas desentralisasi dan dekonsentrasi, maka paradigma inilah yang harus disadari oleh seluruh komponen masyarakat Indonesia yang telah berkomitmen untuk selalu berada pada semangat meneruskan perjuangan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Kondisi ini sangat mempengaruhi dinamika konsepsi dan strategi ketahanan nasional (Tannas) dalam perjalanan perkembangan pembangunan bangsa Indonesia, yang salah satu diantaranya adalah dunia keolahragaan, yang merupakan salah satu komponen Penyemaian Jati Diri Bangsa. Di Indonesia Ilmu Keolahragaan secara resmi telah diproklamasikan pada tanggal 7 September 1998 dalam peristiwa “Deklarasi Surabaya 1998 Tentang Ilmu Keolahragaan”. Peristiwa historis ini berhasil melahirkan wadah yang bernama Komisi Disiplin Ilmu Keolahragaan (selanjutnya ditulis KDI – Keolahragaan; yang bertengger dalam Jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Jakarta Pusat) dan dokumen yang dirumuskan berbentuk “Ilmu Keolahragaan Dan Rencana Pengembangannya”, tepatnya pada Nopember 2000. Didalamnya telah dirumuskan prinsip dasar filsafat keilmuannya, dimana secara : Ontologis, epistemologis dan axiologis dibuktikan telah mantap dan dapat dipertanggung jawabkan secara teoritis dan empiris. Sedangkan penggambaran Komisi Disiplin Ilmu Keolahragaan (2004:) adalah sebagai berikut : Gambar 1: Resultante nilai-nilai olahraga. (Dimodifikasi dari KDI Keolahragaan , 2000; halaman 40). Dalam konteks analisa peta perkembangan, Organisasi Persaudaraan Setia-Hati Terate, adalah juga merupakan salah satu komponen Wadah Penyemaian Jati Diri Bangsa melalui proses pelestarian budaya Pencaksilat yang mengedepankan nilai-nilai Persaudaraan yang posisinya berada diluar wilayah konsepsinya Tripusat Pendidikan Ki Hajar Dewantoro, yakni di sektor pendidikan non-formal. Dalam kaitannya dengan konsepsi Ketahanan Nasional adalah merupakan salah satu MATRA dan PILAR, serta BENTENGNYA KETAHANAN BUDAYA BANGSA. Gambar 1: Resultante gatra-gatra ketahanan nasional. Ketahanan nasional (Tannas) adalah Keuletan dan Daya Tahan suatu bangsa yang mengandung Kemampuan untuk Medmperkembangkan Kekeuatan Nasional dalam menghadapi segala tantangan dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar yang langsung atau tidal langsung, membahayakan kehidupan Nasional. (National Endurance is the Tenacity and Resistence of a nation bearing the capability to develop National Strength and Power in responding to inside as well as outside challenges and threats that directly or indirectly, endanger the National life). (Sanggar strategi Lemhanas, 1970, Konsepsi Ketahanan Nasional Dalam Pertumbuhan Masyarakat Samudra Indonesia, dalam Bunga Rampai Ketahanan Nasional (Konsepsi & Teori) I, Himpunan Lemhanas, Diterbitkan oleh PT. Ripres Utama, Jakarta, 1980, hal.: 56). Ketahanan nasional bangsa Indonesia, adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi , berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung, yang membahayakan kehidupan nasional untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mencapai Tujuan Nasionalnya, (Lembaga Ketahanan Nasiona (Lemhanas); 1997; Ketahanan Nasional; Penerbit: PT Balai Pustaka – Lemhanas, Jakarta, halaman : 16) Bagi bangsa Indonesia Ketahanan itu berisikan: 1). Ideologi : Pancasila. 2). Politik : a. Dalam negeri : Demokrasi berdasarkan Pancasila. b. Luar negeri : Bebas aktif non-aligned. 3). Ekonomi : Demokrasi ekonomi. 4). Sosial-Budaya : Bhinneka Tunggal Ika. 5). Pertahanan Keamanan : Defensif – aktif. (Sanggar strategi Lemhanas, 1970, Konsepsi Ketahanan Nasional Dalam Pertumbuhan Masyarakat Samudra Indonesia, dalam Bunga Rampai Ketahanan Nasional (Konsepsi & Teori) I, Himpunan Lemhanas, Diterbitkan oleh PT. Ripres Utama, Jakarta, 1980, hal.: 58) Keseluruhan aspek kehidupan bangsa Indonesia itu meliputi gatra : ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan (selanjutnya disingkat IPOLEKSOSBUDHANKAM); Ideologi adalah sistem nilai yang memberikan motivasi yang berisikan konsep dasar tentang cita-cita kehidupan yang diharapkan. Cit-cita luhur perjuangan bangsa Indonesia adalah mewujudkan masarakat adil makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ketahanan Ideologi adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia. (Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas); 1997; Ketahanan Nasional; Penerbit: PT Balai Pustaka – Lemhanas, Jakarta, halaman : 42) Politik nasional dalam menyejahterakan bangsa Indonesia melalui pembangunan olahraga adalah “menumbuhkan budaya olahraga guna meningkatkan kualitas manusia Indonesia sehingga memiliki tingkat kesehatan dan kebugaran yang cukup, yang harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan olahraga di sekolah dan masyarakat” (Tap. MPR-RI Nomor IV/MPR/1999, bab 4, bagian F, butir 4, alinea 1)() (Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia; 1999; Hasil Sidang Umum MPR RI Tahun 1999 Beserta Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Penerbit: Arkola Surabaya.). Filosofinya adalah budaya berolahraga diarahkan untuk membina kebugaran dan kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dalam mencapai kesejahteraan hidupnya. Dalam mengembangkan cita-cita luhur kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia, maka doktrin pembangunan keolahragaan selalu diarahkan untuk memperkokoh Ketahahan nasional bangsa. Ini berarti, bahwa dalam proyeksinya dengan nasionalisme Indonesia, maka seluruh aspek pengembangan programnya harus berimplikasi secara positip untuk , mengintegrasikan, merekatkan dan memperkuat seluruh aspek kehidupan nasional, yang meliputi: potensi trigatra (posisi geografis Indonesia, sumber kekayaan alam dan sumberdaya manusia) dan pancagatra (ideologi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan).(Lemhanas: 1997) Ditegaskan dalam pasal 4 UU Republik Indonesia No. 3 tahun 2005, bahwa Keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa. (http://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005; halaman: 4) Arti: Pencak, dapat mempunyai pengertian gerak dasar bela diri, yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan. (Lelana, Mas Ezra Danu; 16/08/2006, halaman 4). Sumber:wordpress.com/2006/10/21/melestarikan-pencak-silat-melalui-kegiatan-ekstrakurikuler/ – 82k -, selasa, 02102007, jam 07.27 wib; hal. 4. Pencak Silat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka berarti, permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, mengelak, dan sebagainya. Silat diartikan sebagai olahraga (permainan) yang didasari ketangkasan menyerang dan membela diri, baik dengan atau tanpa senjata. Bersilat adalah bermain (atau berkelahi) dengan menggunakan ketangkasan menyerang dan mempertahankan diri. Sedangkan Pencak Silat bermakna, kepandaian bertarung dalam pertandingan (atau perkelahian) seni bela diri khas Indonesia. (dikutip oleh: Lelana, Mas Ezra Danu; 16/08/2006, halaman 12). Menurut President IPSI (Ikatan Pencak Silat Indoneisa) mendefinnisikan Pencak Silat sebagai ketrampilan dan ilmu tentang pola gerak bertenaga yang efektif, indah dan menyehatkan tubuh, yang di jiwai budi pekerti luhur berdasar ketaqwaan kepada Tuhan YME, serta berujuan untuk membentuk ketahanan diri dan memupuk rasa tanggung jawab sosial. Dengan demikian pencak silat bukan ilmu atau keterampilan untuk berkelahi, melainkan suatu beladiri “self defence” atau “martial art”, merupakan suatu perpaduan yang luwes antar scien dan skill dalam bahasa Indonesia disebut kan bahwa pencak silat adalah Indonesia self defence art atau Indonesia martial art. Dalam arti sesungguhnya, disepakati ada empat aspek yang terkandung dalam Pencak Silat. Yaitu sarana pembinaan mental spiritual, bela diri, olahraga, dan seni yang tidak dapat di pisahkan. Seperti tercermin dalam lambang trisula, di mana ketiga ujungnya mencerminkan unsur seni, bela diri dan olahraga, sementara gagangnya diyakini melambangkan pembinaan mental spiritual. Sebagai seni, Pencak Silat merupakan wujud perilaku budaya suatu kelompok, yang di dalamnya terkandung unsur adat, tradisi, hingga filsafat. Hal itu menjadi penyebab perbedaan gerakan silat antara suatu daerah dengan daerah lainnya di Tanah Air ini. Demikian pula dengan jenis musik yang mengiringi gerakan-gerakan silat yang seperti tarian lemah gemulai tersebut. Sebagai olahraga, dalam perkembangannya Pencak Silat melangkah menjadi suatu jenis ‘gerak-badan’, senam atau jurus yang dapat dipertandingkan. Perkembangannya kian pesat, setelah disepakatinya suatu aturan pertandingan olahraga pencak silat, seperti kelas peserta, luas arena, dewan pendekar, dewan hakim, ketua pertandingan, dewan wasit dan juri, lamanya pertandingan setiap babaknya, seragam pertandingan dan sebagainya. Sebagai bela diri, pencak silat memang tumbuh berawal dari naluri manusia untuk melakukan pembelaan terhadap serangan fisik yang menghampirinya. Seseorang yang menguasai Pencak Silat (pendekar) diharapkan mampu melindungi diri dari setiap serangan, atau bahkan bisa mendahului menyerang untuk menghindari ‘kerusakan’ yang lebih besar. (dikutip oleh: Lelana, Mas Ezra Danu; 16/08/2006, halaman 13). Seorang pendekar mampu mengembangkan daya tempurnya, sehingga dalam tempo singkat berhasil memenangkan pertarungan. Berarti, dia harus memiliki kemampuan mengatur siasat/strategi bertempur (bahasa Jawa, gelar), baik saat satu lawan satu, atau dikeroyok beberapa orang lawan. Sebagai pembinaan mental spiritual atau olah batin, lebih banyak ditujukan untuk membentuk sikap dan watak kepribadian. Faktor ajaran agama yang menyertai latihan pencak silat, biasanya berperan besar untuk mengembangkan fungsi ini. Sulit ditunjukkan secara eksplisit produk dari pembinaan mental spiritual tersebut, namun banyak aktivitas lain yang dihasilkan seperti, penyembuhan spiritual, serta demonstrasi tenaga dalam, yang merupakan wujud dari keberhasilan latihan olah batin. Disamping itu Sebagai seni budaya Bangsa yang berlandaskan Pancasila, Pencak Silat harus berlandaskan kepercayaan terhadap “ke-Esaan Sang Pencipta. Secara kasat mata memang masih ada perbedaan, yakni di pencak silat didominasi gerakan mirip tarian, sementara pada bela diri yang lain dominan dengan gerakan keras sejak awal hingga selesai. Hal itu masih ditambah teriakan keras (di karate disebut kiai), yang di pencak silat tak begitu akrab dilakukan. Secara ringkas ada tiga prinsip teknis olahraga Pencak Silat, yakni teknik sambut serangan, penerapan teknik tinggi untuk meraih nilai penuh, serta selalu menggunakan kaidah-kaidah silat. Teknik dan taktik sambut serangan, yakni tindakan saat menerima serangan lawan, dengan menangkis, menghindar, mengelak dan kemudian membalas menyerang. Dalam setiap gerakan Pencak Silat (sebagai olahraga), unsur-unsur seni dan bela diri tentu harus tercermin. Sedangkan aspek pembinaan mental spiritual sudah terimplementasi di dalamnya. Misalnya, walau tak ada peraturan tertulis, namun seorang pesilat dilarang menyerang lawan yang sedang mengembangkan kaidah-kaidah perguruannya. (Lelana, Mas Ezra Danu; 16/08/2006, halaman 14). Lelana, Mas Ezra Danu; (16/08/2006); Melestarikan Pencak-Silat Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler; Anggota Milist Silat Bogor Dan Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia, http://lembahlawe.blogspot.com (www.silatindonesia.com), Akses terakhir, Selasa, 02102007, jam 07.27 wib; hal. 14. Sumber: wordpress.com/2006/10/21/melestarikan-pencak-silat-melalui-kegiatan extra-kurikuler/ – 82k -, Di dalam Pencak Silat, aspek kekuatan tidak hanya ditimbulkan dari kekuatan …. Disamping itu Sebagai seni budaya Bangsa yang berlandaskan Pancasila, pencaksilat; download selasa, 02102007, jam 07.27 wib; hal. 14). Ilmu Kolahragaan

Daftar Pustaka.

  1. Ateng, Abdulkadir, Prof. Dr. M.Pd. H; 2007, Filsafat olahraga dan tantangan pembangunan olahraga Indonesia, Makalah disampaikan dalam seminar nasional keolahragaan Indonesia, Sabtu, 26 Mei 2007 di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Bali, Penerbit: Unit Penerbitan Undiksha, ISBN: 978-979-16317-0-9, Halaman 15 – 24.
  2. Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia; 1999; Hasil Sidang Umum MPR RI Tahun 1999 Beserta Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Penerbit: Arkola Surabaya.
  3. Bompa, Tudor O; 1986, Theory and Methodology of Training: The Key of Atletic Performance. Kendall/ Hunt Publishing Company, Printed in The United States of American, hal. 213- 247.
  4. Capen, E.K., 1949, The Effect of Systematic Weight Training on Power, Strength, and Endurance. The Research Quarterley, August, hal. 83-93.
  5. Lembaga Ketahanan Nasional; 1997; Wawasan Nusantara; Cetakan kedua, Penerbit PT Balai Pustaka, BP No. 4836, ISBN 979-407-894-8, Jakarta, hal.: 33.
  6. Jawa Pos, Edisi 17 Maret 2003.
  7. Jawa Pos, Edisi 7 November 2002.
  8. Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia; 1999; Hasil Sidang Umum MPR RI Tahun 1999 Beserta Perubahan Pertama Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Penerbit: Arkola Surabaya.
  9. Mangi, M.D., Jokl, M.D., A.T.C. Dayton, 1987, Sport Fitness and Training. Phantheon Books, New York, hal. 30.
  10. Muhadjir, Noeng; 1996; Mertode Penelitian Kualitatip; Edisi 2, Penerbit Andi Ofset Yogyakarta.
  11. Nasution, Yuanita, S.Psi, M.App.Sc; 2001; Sumber Stres Bagi Atlit Pelajar ; Balitbang Dikdasmen Dikti PLSP Kebudayaan Setjen Itjen Portal Pendidikan di Indonesia Dibuat dan dikelola oleh Pusat Statistik Pendidikan, Balitbang – Depdiknas 2001 Hak Cipta oleh Departemen Pendidikan Nasional.
  12. Noegroho, Setyo; 2004; Metode Penelitian Dalam Ilmu Keolahragaan; Makalah disampaikan dalam Pelatihan Pengembangan Penelitian Ilmu Keolahragaan, tanggal 15 – 16 Desember 2004 di Universitas Negeri Jakarta,
  13. Pate, R.R., B. McClenghan, R. Rotelle, 1984, Scientific Foundation of Coaching. Sounders Collage Publishing, Philadelphia, hal. 179-180, 217.
  14. Purbodjati; 2004; Peranan Pencaksilat dalam pembinaan generasi muda, Media Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, IKIP Surabaya, No. 79/Th. XVII/7/1995, Juli 1995, ISSN: 0216 – 9975.
  15. Purbodjati; 2004; Aspek-aspek psikologis dalam pembinaan olahraga, Jurnal IKOR Pend. Kes. Rek. FIK-Unesa. Vol 1 No. 1 hlm.: 1-45, Mei 2004, TSSN: 1693-9921.
  16. Puri, Pakne; 2007; Wewarah Karaton lan Lingkungan Hidup (Mahargya Dino Lingkungan Hidup 5 Juni); Kalawarti Minggon Basa Jawa Panyebar Semangat No. 23, Setu Paing, 9 Juni 2007 – 23 J Awal Ehe 1940 Windu Kunthara, ISSN 0215-2924, Jl. GNI no. 2 Surabaya 60174, e-mail: panyebarsemangat @ journalist.comf
  17. Persaudaraan Setia-Hati Terate; 2000; Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga; Hasil keputusan Musyawarah Besar VI, Tanggal 1 – 3 September 2000.
  18. Sjamsuddin, Nazaruddin, 1994; Integrasi Nasional Dan Ketahanan Nasional; Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Sumbangan Ilmu-Ilmu Sosial Terhadap Konsepsi Ketahanan Nasional, oleh Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gajah Mada, tanggal 30 Nopember – 1 Desember 1994.
  19. Soedarsono, Soemarno; 1999; Penyemaian Jati Diri Strategi Membentuk Pribadi, Keluarga, dan Lingkungan menjadi Bangsa yang Profesional, Bermoral, dan Berkarakter; Penerbit: PT. Elex Media Komputindo, Anggota IKAPI, 23499177, ISBN: 979-20-1235-4, Jakarta.
  20. Soekarman, 1987, Dasar Olahraga Untuk Pembina, Pelatih, dan Atlit. Inti Idayu Press, MCML XXXVLL, Jakarta, hal. 11-26, 30-34.
  21. Strauss, R.M., 1979, Sport Medicine and Physiology. WB. Sounders Company, Philadelphia-London-Toronto, hal. 29- 46.
  22. Suara Karya online, Edisi 3 Maret 2006.
  23. Usman, Sunyoto, 1994, Integrasi Nasional Dan Ketahanan Nasional; Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Sumbangan Ilmu-Ilmu Sosial Terhadap Konsepsi Ketahanan Nasional, oleh Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gajah Mada, tanggal 30 Nopember – 1 Desember 1994.
  24. Sumber: wordpress.com/2006/10/21/melestarikan-pencak-silat-melalui-kegia-tan-ekstrakurikuler/ – 82k -, Di dalam Pencak Silat, aspek kekuatan tidak hanya ditimbulkan dari kekuatan …. Disamping itu Sebagai seni budaya Bangsa yang berlandaskan Pancasila, pencaksilat; download selasa, 02102007, jam 07.27 wib;
  25. Sumber: http://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Nomor_3_Tahun_2005; Akses terakhir Rabu, 071107, jam 14.03 wib.
  26. Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia, 2006, INDONESIA 2005-2025 (BUKU PUTIH Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Tahun 2005-2025), Penerbit: Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Jakarta, 2006.

MENDIDIK DENGAN LANGKAH MENGIKUTI HATI NURANI. Menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan masyarakat saat ini, yang timbul akibat konvergensi berbagai dampak globalisasi, membutuhkan solusi pengetahuan yang diharapkan rencana pengembangan yang mengacu pada evaluasi diri untuk melihat arah pengembangan yang potensial dan penataan manajemen internal sebagai upaya membangun kapasitas lembaga pendidikan tinggi. Kedua hal tersebut sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan efisiensi dan relevansi pendidikan yang diselenggarakan. Semua upaya tersebut akan bermuara pada satu tujuan, yakni peningkatan kualitas lulusan yang berkelanjutan agar mampu bersaing dalam kompetisi dan kinerja pasar kerja. Penjaminan kualitas baik kualitas proses maupun kualitas produk membutuhkan suatu mekanisme quality control dan quality assurance yang terstandar dan berkelanjutan. Pada akhirnya pembaharuan sistem manajemen pendidikan tinggi di atas akan bermuara pada suatu rancangan sistem manajemen mutu terpadu (TQM) yang bersifat aplicable dan terukur. Makalah ini akan mengulas tentang pembaharuan sistem implementasikan pendidikan tinggi berdasarkan pengalaman penulis dalam mengimplementasikan sistem perencanaan dan evaluasi berbagai program pengembangan di Universitas Negeri Medan. DRAFT: POSTER MASALAH PSIKHOLOGI PENDIDIKAN DENGAN KONSENTRASI KAJIAN MASALAH PARADIGMA PENDEKATAN IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PENJASKESREK DALAM ILMU KEOLAHRAGAAN DI INDONESIA. Tema:KEMANAKAH ARAH PENDIDIKAN KITA ? ( MENDIDIK DENGAN LANGKAH MENGIKUTI HATI NURANI. SUARA REFORMASI: “ KEHIDUPAN ! PROFESI ! ….. MELUPAKAN TATANAN PAYUNG KEILMUAN, ETIKA MORAL BUDAYA DAN AGAMA ! BERAKIBAT FATAL DAN TRAGIS, KINI, BARU SAJA DAN SELALU TERBUKTI DALAM SEJARAH KEHIDUPAN. (Purbodjati, 1997:renungan jelang reformasi). Menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan masyarakat saat ini, yang timbul akibat konvergensi berbagai dampak globalisasi, membutuhkan solusi pengetahuan yang diharapkan rencana pengembangan yang mengacu pada evaluasi diri untuk melihat arah pengembangan yang potensial dan penataan manajemen internal sebagai upaya membangun kapasitas lembaga pendidikan tinggi. Kedua hal tersebut sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan efisiensi dan relevansi pendidikan yang diselenggarakan.Semua upaya tersebut akan bermuara pada satu tujuan, yakni peningkatan kualitas lulusan yang berkelanjutan agar mampu bersaing dalam kompetisi dan kinerja pasar kerja. Penjaminan kualitas baik kualitas proses maupun kualitas produk membutuhkan suatu mekanisme quality control dan quality assurance yang terstandar dan berkelanjutan. Pada akhirnya pembaharuan sistem manajemen pendidikan tinggi di atas akan bermuara pada suatu rancangan sistem manajemen mutu terpadu (TQM) yang bersifat aplicable dan terukur. Makalah ini akan mengulas tentang pembaharuan sistem implementasikan pendidikan tinggi berdasarkan pengalaman penulis dalam mengimplementasikan sistem perencanaan dan evaluasi berbagai program pengembangan di Universitas Negeri Medan. Bab I: Pendahuluan. 1. Era baru kemajuan perjuangan kita dalam membangun pendidikan telah terwujud dan berproses sesuai harapan cita-cita luhur perjuangan bangsa Indonesia. 2. Antara harapan dan kenyataan adalah fenomena yang menarik bagi para pendekar pejuang pendidikan untuk bermotivasi maju terus pantang mundur dibawah payung PANCASILA DAN U.U.D. 1945. 3. Dialektika ini diantaranya terbukti dalam KONGGRES NASIONAL PENDIDIKAN INDONESIA, Tanggal 4 – 5 Oktober 2004 yang diselenggaran oleh UNESA di Surabaya. 4. Masalah desentralisasi dan demokratisasi merupakan salah satu variabel yang vital dalam perkembangan membangun prospek pendidikan kita. 5. Posisi kualitas pendidikan Indonesia dirangking ke 12 (terbawah) di wilayah negara Asia Tenggara; Diantara penyebabnya adalah tidak nyatanya prioritas kebijakan (political will) pemerintah bidang pendidikan. (Suyanto, 2004: hal. 2-3). Bab II: Permasalahan. Merespon tema umum permasalahan panitia seminar, maka konsentrasi permasalahan tulisan ini adalah Bagaimana paradigma teoritik dan empirik masalah desentralisasi dan demokrasi pendidikan dalam KONASPI V di Surabaya tahun 2004. Bab III: Tujuan Dan Manfaat. 1. Tujuan: 1) Menginformasikan bahasan pokok masalah dalam bentuk abstrak peserta KONASPI. 2) Merangsang peserta untuk menganalisa berdasarkan pengalaman teoritik dan empiriknya. 3) Menambah modalitas profesi khususnya dalam membangun pendidikan kita. 2. Manfaat: 1) Mendapatkan bukti secara teoritik dan empirik tentang variasi dinamika implementasi masalah desentralisasi dan demokratisasi pembangunan pendidikan di era otoda. 2) Mengetahui kekuatan dan kelemahan gerak profesi pendidikan kita. Memperkokoh profil kebangsaan, kerakyatan dan jatidiri berbangsa bidang pendidikan kita. Bab IV: Konsep Dan Strategi Penyajian. 1. Konsep Penyajian: 1) Bahwa dengan memperoleh informasi abstraksi karya ilmiah, peserta memperoleh informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan bidang pendidikan secara efektif dan efisien, sesuai prinsip kerja ilmiah. 2) Sistimatika Penyajian didesain agar produktifitasnya optimal dalam bentuk sebagai berikut: a. Halaman judul. b. Halaman pengesahan. c. Kata Pengantar. d. Daftar Isi. e. Bab I : Pendahuluan. f. Bab II : Permasalahan. g. Bab III: Tujuan dan Manfaat penulisan. h. Bab IV: Konsep dan Strategi penulisan. i. Bab V : Abstak Masalah Desentralisasi Dan Demokratisasi Pendidikan Dalam KONASPI V DI SURABAYA TAHUN 2004. j. Penutup. k. Daftar Pustaka. 2. Strategi Penyajian: 1) Penyaji menginformasikan dalam bentuk SISTIM POSTER ABSTRAK KARYA ILMIAH yang diambil dari sumber aslinya. Peserta dan pemerhati merespon sesuai daya mampu teoritik-empiriknya. Improvisasi ilustrasi: 1. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya: Ilmu (Pengetahuan). Bidang garapan filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen-komponen yang menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu yaitu: ontologi, epistemologi dan aksiologi. 2. K 3. 4. d

BUKU BARU

Pada Mulanya adalah Hasrat

Judul buku: Hasrat untuk Berubah (The Willingness to Change)
Penulis: Soemarno Soedarsono dan Ariobimo Nusantara
Penerbit: PT Elex Media Komputindo, Jakarta, Desember 2005
Tebal: xiv+178 halaman

Apa yang ditulis dalam buku ini merupakan kristalisasi pengalaman dan pemikiran penulis sejak muda yang diangkatnya ke tataran satu tingkat di atas empiris mendekati filosofis. Karena itu, tepat sekali subjudul buku ini, Jati Diri: Refleksi Empiris. Pada subjudul ini justru kita menemukan kekuatan kajian filosofis penulis. Untuk seterusnya, pertanyaan itu dijunjung ke tataran yang lebih luas dan dalam: siapa sesungguhnya bangsaku, bagaimana kepribadiannya, bisakah karakternya berubah dan diubah? Dan sederet pertanyaan lain yang menggugat, yang kesemuanya merupakan awal permulaan berfilsafat. Bukankah pertanyaan, atau keheranan, adalah awal mula berfilsafat?

Seperti diakuinya, “…saya mencoba berpikir sebaliknya. Pengalaman hidup saya justru banyak saya tampilkan apa adanya, tak terkecuali pengalaman hidup yang seharusnya tidak saya ungkit-ungkit lagi. …saya hanya berniat menyajikan semacam referensi yang bersifat refleksi empiris, memanfaatkan pengalaman hidup saya sebagai ’laboratorium hidup’” (hal vi). Yang menjadi kerisauan pria kelahiran 7 Agustus 1930 ini bukan dirinya sendiri. Ia sudah berhasil keluar dari ego-nya, mengatasi persoalan diri sendiri. Ia risau terhadap bangsanya sendiri, yang menurutnya “tidak pernah mau belajar dari pengalaman”.

Sebenarnya, banyak pengalaman getir maupun manis dialami bangsa Indonesia. Mulai zaman kolonial, pendudukan Jepang, kemerdekaan, hingga era Reformasi. Dari penggalan sejarah bangsa dengan rentang abad itu, adakah sesuatu yang berubah pada orang dan bangsa Indonesia? Dalam arti, berubah ke arah pendulum positif?

Jawabannya tentu saja ada, tetapi tentu tidak selalu ke poros positif. Mental, atau menurut istilah penulis karakter, bangsa ini masih saja seperti dulu: mental kuli, mental orang upahan, dan mental tempe. Sebaliknya, sebagian lagi mewarisi mental kolonial, londo ireng (belanda hitam), yang justru menjajah bangsa sendiri. Dan penjajahan itu jauh lebih sadis dan menyengsarakan dibandingkan dengan penjajahan oleh Belanda maupun Jepang.

Menyaksikan itu semua, hati Soemarno tergerak. Sebagai jenderal dan pendidik, ia ingin berbuat sesuatu. Ia yang melihat “dari atas helikopter” kondisi dan nasib bangsanya lalu bertanya-tanya. Apa penyebab utama Indonesia terus-menerus terpuruk? Mengapa demikian? Bagaimana mengatasinya? Pengajuan pertanyaan seperti itu, untuk mendapatkan jawaban yang tepat dan hakiki, adalah usaha filosofis. Ia pun melakukan refleksi, dan itu adalah kegiatan filsafat.

Setelah bergumul sekian puluh tahun, akhirnya Soemarno sampai pada kesimpulan: karakter bangsa ini perlu dibangun! Perlu diformat ulang. Bangsa ini harus punya identitas. Harus ada kepribadian yang kokoh, yang kuat dasarnya, agar sehebat apa pun tsunami yang mengguncangnya, ia tetap kokoh berdiri sebagai bangsa.

Karakter bangsa Indonesia inilah yang menurut Soemarno belum cukup kokoh fondasinya sehingga rentan terhadap serangan-serangan, baik dari dalam maupun dari luar. Ketika diserang, mental dan tenaga kita sebagai bangsa tidak cukup kuat menahannya. Mental kita lemah. Kita perlu membangunnya kembali agar berubah ke arah yang positif. Dan hasrat untuk berubah ke arah yang positif itu adalah the willingness to change.

Menurut penulis, titik pijak perubahan dimulai dengan hal yang sederhana, “mengenali diri sendiri” (Bab 1). Mengenal diri sendiri tampak sepele, tetapi sebenarnya sangat dalam maknanya. Para filsuf Yunani, yang kini pemikirannya diadopsi dunia anatomi dan kedokteran, misalnya, bahkan menganjurkan agar kita selalu mengenal diri sendiri. Peringatan untuk mengenal diri sendiri bahkan dipatenkan dalam sebuah gerbang depan kuil di sebuah kota Yunani, gnothe seauton—kenalilah dirimu!

Sebagai contoh tidak mengenal diri sendiri, yang kemudian berakibat pada rusaknya karakter bangsa, ialah kita menyangka kita terdiri atas satu golongan saja. Kita tidak mengakui bangsa ini plural. Ini jelas wujud dari tidak mengenal diri sendiri.

Jangankan sampai pada tataran membangun mentalitas dan karakter bangsa, mengenal diri sendiri (sebagai bangsa) saja kita belum. Jadi, langkah dan usaha kita masih jauh. Namun, semua itu tentu dimulai dari hasrat. Hasrat yang terus membara akan menjadi kata-kata. Kata-kata yang sering dan berkali-kali diucapkan akan menjadi kebiasaan (habit) . Kebiasaan akan menjadi karakter yang sulit untuk diubah. Itulah lingkaran perubahan. Dan lingkaran itu dapat kita temukan dalam buku ini.

Selain mencerahkan, buku ini juga membuat kita mafhum tentang bagaimana cara berubah. Hal yang dianjurkan agar bisa berubah pun sangat sederhana dan mudah dilakukan: mulai dari alif, dari hasrat atau kehendak (bukan desire) untuk berubah. Jadi, berubahlah ke arah yang positif.

R Masri Sareb Putra Pengajar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta

Seputar Problem Jakarta

Judul: Politik Kota Dan Hak Warga Kota: Masalah Keseharian Kota Kita
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Cetakan: I, Maret 2006
Tebal: xxii+256 halaman

Politik kota kembali menggema setelah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah mulai diimplementasikan. Pemerintahan kota yang otonom dan meningkatnya partisipasi masyarakat menjadi tanda bahwa politik kota kembali hidup. Lewat opini-opini seputar masalah keseharian kota Jakarta dalam kolom “Kota Kita” harian Kompas yang dikumpulkan dalam buku ini, diketahui kurangnya ruang terbuka hijau, semrawutnya lalu lintas dan angkutan umum, kriminalitas, banjir, penyakit musiman, penggusuran, amburadulnya penataan kota, dan pelayanan publik masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Seiring dengan perkembangan dunia ekonomi, sosial, dan politik saat ini serta meningkatnya kesadaran warga akan hak atas kota, makin terasa bahwa Jakarta sudah tidak mampu menampung kegiatan tersebut dalam satu wadah.

Menjadi kota yang sehat, yaitu kota yang segenap warganya bisa hidup layak, terpenuhi pangan, sandang, papan, pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan, ketersediaan ruang publik, keteraturan lalu lintas, berkurangnya tindak kriminal, tentunya menjadi impian kota Jakarta saat ini. Patut dipertanyakan apakah deretan panjang prasyarat kota sehat itu mungkin diwujudkan di Jakarta. (DEW/Litbang Kompas)

Sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0604/15/pustaka/2576007.htm; Akses terakhir Senin, 051107, jam 15.30 wib.

Oleh: purbodjati | Februari 27, 2009

Ngurusi kuliahku lagi.

Mulai semester ini,  sesuai program saya sdh mengurangi kegiatan kuliahku, adapun konsentrasi yang lain mulai aku lakukan.

Rabu malam aku dapat sms dari kaprodiku, instruksinya suruh memasukkan daftar nampromotor, ko-promotor dan konsultan utk proses disertasiku. Kamisnya kelengkapan adm kesanggupan kesediaan para pendekar akademik mulai saya sediakan, langsung disanggupi formasi sbb.: promotor: Prof. Dr. Setyo Yuwono, M.A; ko-promotor:  Dr. Ali Maksum, M.Si (langsung minjami draft disertasi mhs UNAIR yang mau diuji minggu depan) dan konsultan Dr. Ivo Haridito, M.S. (raripnya 1 juta). Hari Jumat langsung kuserahkan kaprodi dengan arahan (perbaiki nilai yang jelek, memerintahkan teman-teman membuat prosedur surat yang sama dan katanya para dosenku ngecap saya mahasiswa yang bandel/goblok).

Yach, habis itu langsung studi pustaka di toko buku dan warnet.

Selesai.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.